Kabinet, kementerian, dan lembaga pemerintah menjalankan kebijakan sesuai bidang masing-masing. Dewan berada pada wilayah normatif: menilai apakah arah kebijakan tetap berada di jalur visi yang telah ditetapkan. Dewan tidak menggantikan kementerian, staf khusus, atau penasihat teknis Presiden. Perannya adalah memberikan pertimbangan.
Mengapa Dewan Dibutuhkan?
Presiden telah memiliki menteri, penasihat, staf khusus, dan berbagai lembaga pemberi masukan. Lalu, mengapa Dewan masih diperlukan?
Jawabannya terletak pada perbedaan antara teknis dan etis. Penasihat teknis dapat memberikan analisis ekonomi, hukum, hubungan internasional, atau bidang tertentu lainnya. Namun, ada pertanyaan yang lebih luas: apakah kebijakan negara masih sesuai dengan visi besar yang hendak dibangun? Apakah janji politik kepada rakyat diterjemahkan secara konsisten? Apakah masyarakat merasakan tujuan kebijakan sebagaimana diharapkan? Apa dampak jangka panjangnya bagi kehidupan berbangsa?
Pertanyaan tersebut membutuhkan orang yang mampu mengambil jarak dari hiruk-pikuk persoalan harian. Mengambil jarak bukan berarti menjauh dari kenyataan, melainkan melihat kenyataan secara lebih utuh.
Dari Luar ke Dalam
Selama bertahun-tahun, Rocky dikenal sebagai pengamat dan intelektual yang kritis terhadap pemerintah. Kini ia berada dalam struktur yang memberikan pertimbangan kepada Presiden. Apakah perpindahan dari luar ke dalam akan mengubah sikapnya?
Jawabannya sederhana sekaligus provokatif: “Saya hanya pindah dari luar ke dalam. Apa bedanya?” Ia kemudian menegaskan, “Tetap radikal.”
Pernyataan itu menegaskan bahwa masuk ke dalam struktur pemerintahan tidak otomatis berarti kehilangan daya kritis. Namun, tantangan sebenarnya justru berada di sana.
Menjadi kritis di luar kekuasaan berbeda dengan menjadi kritis di dalam lingkungan kekuasaan. Di luar, seseorang memiliki ruang lebih leluasa untuk berbicara. Di dalam, setiap pertimbangan memiliki konsekuensi karena berhubungan langsung dengan proses pengambilan keputusan negara.
Karena itu, pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah Rocky masih mengkritik pemerintah, melainkan apakah ia mampu mempertahankan independensi berpikir ketika berada dekat dengan pusat kekuasaan.
Mengingat dan Menimbang
Rocky menyebut, “Tugas Dewan adalah mengingat dan menimbang. Penetapannya ada pada Presiden.”
Ungkapan ini menggambarkan pembagian peran dalam pemerintahan. Presiden menetapkan, Dewan memberikan pertimbangan, kementerian dan lembaga menjalankan kebijakan, masyarakat mengawasi, pers memberitakan, dan sejarah mencatat.
Dewan tidak semestinya dipahami sebagai kumpulan orang yang selalu membenarkan keputusan Presiden. Keberadaannya bermakna ketika mampu menghadirkan perspektif yang mungkin tidak terlihat dalam rutinitas pemerintahan.
Kekuasaan membutuhkan loyalitas, tetapi loyalitas tidak selalu berarti persetujuan. Ada kalanya loyalitas justru berupa keberanian menyampaikan pertimbangan yang tidak menyenangkan. Penasihat yang hanya mengatakan “ya” tidak banyak membantu pemimpin melihat persoalan. Sebaliknya, orang yang mampu mengatakan “perlu dipertimbangkan kembali” dengan argumentasi jernih dapat memperkuat proses pengambilan keputusan.
Istana dan Cermin
Masuknya Rocky Gerung ke Istana bukan hanya cerita tentang perubahan posisi seorang tokoh. Ini juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali hubungan antara kekuasaan dan kritik.
Kekuasaan tanpa kritik berisiko kehilangan cermin. Sebaliknya, kritik tanpa kesediaan memahami kompleksitas pemerintahan dapat berhenti sebagai suara dari kejauhan. Di antara keduanya terdapat ruang dialog.












