Riset Terbaru, Januari 2025: 100 HARI PRABOWO-GIBRAN, Ranking Respon Positif dan Negatif

Prabowo-Gibran
100 Hari Prabowo-Gibran

Dengan datangnya teknologi digital dan Artificial Intelligence, LSI Denny JA mengembangkan model ini.

Untuk 100 Hari Prabowo-Gibran, kami memberi porsi proporsional pada lima dimensi utama: dampak strategis, dampak langsung, keberlanjutan, sentimen publik, dan dukungan politik.

Dengan memberi bobot pada setiap aspek, model ini mencerminkan realitas kompleks sebuah kebijakan, baik dari sisi teknokratis maupun persepsi masyarakat.

Keunggulan utamanya terletak pada keadilan evaluasi—menggabungkan data kuantitatif dan kualitas dampak.

Inovasi ini, disertai aplikasi digital, menjadikan Weight Scoring Model sebagai alat yang revolusioner, membuka wawasan baru dalam membaca keberhasilan atau kegagalan pemerintahan di era modern.

Model pertama menentukan ranking program positif melalui kriteria berbobot yang mencakup dampak strategis (30%), dampak langsung (25%), keberlanjutan dan efisiensi (20%), sentimen publik (15%), serta dukungan politik dan internasional (10%).

Setiap kebijakan diberi skor 1-9. Nilai 9 untuk skor paling positif.

Kriteria dipilih berdasarkan relevansi isu terhadap tantangan nasional seperti stunting, ketahanan pangan, dan reformasi pendidikan. Bobot ditetapkan untuk memastikan keadilan dalam mengevaluasi dampak langsung dan strategis, serta sentimen publik.

BACA JUGA:  Gaya Politik Alam Kubur

Model kedua menganalisis frekuensi serta sentimen percakapan daring antara 20 Desember 2024 hingga 20 Januari 2025.

Kombinasi metodologi ini memberikan gambaran kuantitatif dan kualitatif terhadap program yang dievaluasi.

-000-

9 Program Positif Prabowo-Gibran dan Alasannya

1. Program Makan Bergizi Gratis (Skor 8,4)

Program ini menempati peringkat pertama karena dampaknya yang langsung terhadap pengurangan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat, mendukung kualitas generasi mendatang.

Efeknya juga akan terasa pada perekonomian melalui peningkatan permintaan pangan lokal.

Lebih jauh, program ini adalah simbol dari pemerintahan yang berorientasi pada kebutuhan dasar manusia.

Ketika anak-anak dapat tumbuh sehat dengan asupan nutrisi yang cukup, mereka memiliki kesempatan untuk belajar lebih baik, bekerja lebih produktif, dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Program ini juga memancarkan nilai kemanusiaan: memastikan tidak ada anak yang tertinggal hanya karena kemiskinan. Namun, tantangan distribusi dan keberlanjutan pembiayaan tetap menjadi ujian utama.

2. Rehabilitasi dan Renovasi Sekolah (Skor 8,0)

Program ini memperbaiki infrastruktur pendidikan, mengurangi kesenjangan akses antara wilayah perkotaan dan pedesaan, serta meningkatkan kualitas belajar.