Raodatul Jannah dan Warna-Warni String Art Bergaya Pop-Art

 

Apa yang dihasilkan Oda, tentu melalui proses panjang dan lama. Sebab, terlebih dahulu, dia mesti membuat sketsanya dengan pensil, lalu mulai menancapkan paku satu demi satu pada papan setebal 3 cm. Jarak antara masing-masing paku, yaitu 2-3 cm supaya proses smocking lebih dinamis ketika ditarik dari satu titik paku ke titik paku lainnya, sesuai dengan pola yang diimajinasikan dirinya sebagai perupa. Agar benang-benang yang dililitkan itu tak mudah lepas, maka direkatkan dengan menggunakan lem korea.

 

Oda, begitu sapaan akrabnya, menilai pengalamannya terkait studi khusus ini lebih menekankan, sekaligus memperkuat pandangan positifnya bahwa dia mampu membuat karya string art. Bahkan, menurutnya, studi khusus ini juga merupakan salah satu wadah di mana dia bisa menemukan karakter dalam berkarya.

 

Padahal, sebelumnya, dia ragu melakukannya. Dari ragu, kini membuatnya lebih yakin untuk berkarya lewat string art. Pembelajaran lainnya yang diperoleh, yakni selama mengerjakan studi khusus ini, dia merasa lebih teliti dan lebih sabar dalam mengaitkan benang-benang kreasinya tersebut. Semua proses pembuatan kriya string art yang dijalani hingga sekarang, mampu membentuk visual tertentu, yang menghasilkan sebuah karya seni.

BACA JUGA:  Darurat Judol-Pinjol, Menjerat Hingga Sekarat

Oda punya alasan tersendiri, mengapa menekuni string art, dan menjadikan string art sebagai karya yang akan dipamerkan. Pertama, karena dalam lingkup seni rupa Unismuh, dia jarang mendapati karya seperti itu. Kedua, sebab dia memiliki ketertarikan terhadap karya string art itu sendiri. Ketiga, sejak pertama kali membuat karya string art, dia sudah tertarik dan terus tertantang untuk membuat karya string art selanjutnya. Jatuh cinta pada pengalaman pertama itulah yang membuatnya antusis untuk terus menghasilkan karya string art hingga saat ini.

Sejak semula, kisah Oda, karya string art yang dibuatnya mengangkat objek yang sama, yaitu hewan. Dia beralasan bahwa karya string art-nya lebih mengarah pada objek hewan, lantaran sejak awal membuat karya string art, dia memang lebih tertarik terhadap objek hewan. Sebab, katanya, lekukan postur tubuh hewan itu memudahkan dia dalam berkarya. Apalagi sebagai pemula, yang baru mulai menggeluti string art pada awal Maret 2024. Jadi, boleh dikata, belum terlalu lama, meski karya-karyanya sudah layak pamer.

BACA JUGA:  Dua Penulis Bersua Saat Salat Jenazah

Keunikan karya-karya string art yang dihasilkan Oda, ada pada patahan-patahan yang terbentuk dari tarikan benang yang membentuk garis-garis lurus, dari satu paku ke paku lainnya. Menurutnya, dalam setiap bentuk dan warna yang tidak simetris inilah yang kemudian mampu menghasilkan keindahan karyanya. Tampilan warna-warni karyanya terkesan tidak sinkron, saling tabrak, tapi justru mampu menghasilkan perkawinan warna yang unik dan enak dipandang mata. Itulah daya tarik karya string art yang dibuat Oda.