Warjazz

Warjazz
Warjazz (foto: Aks)

Hingga saat ini, aliran musik Dixieland masih terus disegani sebagai genre jazz yang paling populer dan juga berpengaruh. Di New Orleans, setiap tahun digelar New Orleans Jazz & Heritage Festival yang masih menampilkan musisi-musisi beraliran Dixieland.

3. Swing
Aliran musik swing mulai hadir dan berkembang pada awal tahun 1920-an. Musik swing mulai menjadi aliran sendiri pada tahun 1935. Jika sebelumnya musik jazz memiliki format melodi romantis dengan menggunakan alat musik gesek, maka swing menghilangkan alat musik gesek tersebut dan lebih mengutamakan penggunaan aransemen yang sederhana. Aliran swing mengutamakan alat musik tiup serta improvisasi melodi dalam lagu-lagunya.

Berawal dari Fletcher Henderson Orchestra yang pada saat itu memainkan sebuah irama ragtime dengan diperhalus dan diperlambat. Setelah itu, Fletcher Henderson Orchestra berkolaborasi dengan musisi seperti Coleman Hawkins, Buster Hailey, dan Benny Carter yang kemudian dikenal sebagai swing era gaya instrumental.

Pada tahun 1927, Louis Armstrong bebarengan dengan pianis Earl Hines juga sempat menggunakan genre musik swing. Memasuki era 1940-an, muncul masa era swing di mana hampir semua musisi jazz memainkan genre swing.

BACA JUGA:  Obrolan dengan Komponis Ananda Sukarlan Menjelang Premiere Tembang Puitik Karya Penyair D.Zawawi Imron dan Pulo Lasman Simanjuntak

4. Bebop
Tidak lama berselang dari masa era swing, para musisi dengan haluan swing kemudian mengembangkan aliran musik baru yang dinamai aliran bebop. Masih identik dengan klarinet dan terompet, musik bebop merupakan versi lebih cepat dari musik swing.

Jimmie Lunceford Orchestra dan Duke Ellington Orchestra memperkenalkan bagaimana harmoni musik jazz yang cepat dan lebih asyik. Kemudian pada tahun 1940-an, Jay McShann Orchestra membuat heboh dunia dengan permainan gila dari Roy Eldridge dan Dizzy Gillepse, duet pemain terompet terbaik di Amerika Serikat.

Hingga saat ini, musik bebop masih menjadi salah satu aliran musik yang cukup diminati. Beberapa cabang bebop semacam hard bop, post-bop, dan neo-bop sempat meramaikan dunia musik jazz modern pada era 1980-an hingga 90-an.

5. Soul Jazz
Aliran musik jazz berikutnya, yang turut berpengaruh adalah aliran soul jazz. Soul jazz merupakan aliran yang berkembang dari genre musik blues, gospel, dan soul. Oleh karena itu, masih banyak orang yang menganggap bahwa musik soul jazz ini merupakan bagian dari musik blues, atau bahkan sebaliknya.

BACA JUGA:  Casting Film "Gara-Gara PASSOBIS" Digelar 30 Agustus di Hotel Horison, Bisik-bisik Sudah 400 Peserta

Aliran soul jazz terkenal pada sekitar tahun 1950-an. Pada masa itu, Roy Carr bersama dengan David “Fathead” Newman dan Hank Crawford membuat sebuah kolaborasi yang menjadi pertanda kemunculan aliran musik soul jazz.

6. Bossanova
Orang Indonesia mungkin banyak yang mengira bahwa bossanova adalah aliran musik etnik yang berasal dari Indonesia. Bossanova memang sempat populer di Indonesia karena pernah dipopulerkan oleh penyanyi kawakan seperti Rafika Duri yang memainkan lagu lawas.

Padahal, sebenarnya aliran musik bossanova berasal dari Brazil yang merupakan sebuah kombinasi dari musik jazz dan samba. Musik samba yaitu sebuah aliran musik dari Brazil yang cukup identik dengan dansa. Maka, tidaklah mengherankan apabila musik samba memberikan pengaruh pada aliran bossanova berupa beat yang cenderung lebih cepat.

Beberapa musisi populer yang mengusung aliran bossanova di antaranya yaitu Luiz Bonta, Charlie Byrd, Paul Desmond, Bob Brookmeyer , Joao Gilberto, dan juga Baden Powell.

7. Jazz Fusion
Salah satu sub-aliran dari musik jazz yang masih bertahan dan digemari hingga saat ini yaitu jazz fusion. Populer di era tahun 60-an, aliran jazz fusion ini pertama kali muncul ketika beberapa band rock mencoba untuk mencampurkan unsur jazz ke dalam musik roc. Orang-orang kemudian menyebut musik kombinasi dari aliran jazz dan rock tersebut sebagai ‘jazz fusion atau ‘jazz rock.