Warjazz

Warjazz
Warjazz (foto: Aks)

Menurut Rahma Fiska dalam Gramedia Blog, secara umum ciri-ciri Musik Jazz adalah:

1. Improvisasi
Salah satu ciri khas yang sangat ditonjolkan dalam aliran Musik Jazz ialah improvisasi. Bahkan dalam pertunjukan Musik Jazz, jarang sekali ada musisi jazz yang memainkan lagu yang sama dengan gaya yang sama berulang-ulang kali. Hal ini tentu saja masih memiliki keterkaitan dengan kebiasaan awal Musik Jazz yang memang dimainkan dengan menggunakan improvisasi.

2. Penggunaan Instrumen
Salah satu ciri khas dari Musik Jazz yang menonjol dan berbeda dari aliran musik populer yang lainnya terletak pada penggunaan alat musiknya. Instrumen yang digunakan dalam Musik Jazz biasanya menggunakan alat musik yang memang sangat pantas digunakan untuk aliran Musik Jazz. Intrumen tersebut misalnya terompet, gitar, saksofon, biola, drum, piano dan contrabass atau gitar bass.

3. Sinkopasi
Sinkopasi merupakan salah satu unsur yang juga ditonjolkan dalam karakter Musik Jazz dan cukup mendominasi. Sinkopaso (syncop) adalah aksentuasi atau penekanan pada not-not upbeat (not-not yang memiliki ketukan lemah).

BACA JUGA:  Tegakkan Kebenaran dan Keadilan, Walaupun Langit akan Runtuh

4. Blue Note
Blue note adalah nada yang dimainkan dengan sedikit berbeda dari nada standar seperti biasanya. Umumnya, perubahan nada seputar antara semitone dan quartertone, tetapi ini masih dapat bervariasi tergantung dengan konteks musik. Blue note sangat identik dengan musik blues pada awal kemunculannya, dan musik jazz dapat dibilang masih memiliki keterkaitan yang erat dengan musik blues sebagai cikal bakal terbentuknya.

5. Swing
Swing adalah irama yang mendayu-dayu dan menjadi salah satu ciri khas Musik Jazz. Hampir semua komposisi Musik Jazz didominasi dengan unsur swing yang menjadi sumber kenikmatan dari Musik Jazz.

*Perkembangan Musik Jazz*

Menengok lebih jauh, lanjut Rahma Fiska, merunut sejarah dan perkembangan musik jazz, ada beberapa fase di mana Musik Jazz dapat berkembang dan menyesuaikan dengan perubahan zaman. Di sinilah sejumlah sub-genre baru yang masih menginduk pada genre jazz mulai bermunculan dan berkembang menawarkan berbagai variasi dan berbagai karakteristiknya masing-masing.

1. Ragtime
Pada tahun 1892, seorang pianis yang bernama Tommy Turpin menulis Harlem Rag. Harlem Rag menjadi sebuah komposisi musik ragtime yang diperkenalkan pada dunia untuk pertama kalinya. Aliran ragtime juga merupakan salah satu cikal bakal terbentuknya musik jazz, meskipun di dalam karakter musik ragtime tidak terdapat aura musik blues dan improvisasi yang menjadi ciri utama dari aliran Musik Jazz.

BACA JUGA:  Episode Perdana: Banyak Wajah Baru di Indonesian Idol Season XIV!

Musik ragtime mendapatkan masa kejayaannya berkisar antara tahun 1897 hingga 1918. Salah satu komponis ragtime paling populer yaitu Scott Joplin, karya musik ragtime Scott Joplin masih bisa dinikmati hingga masa kini bagi yang ingin mencoba menikmati musik ragtime.

2. Dixieland
Dixieland merupakan salah satu aliran Musik Jazz yang paling awal sekaligus yang paling mempunyai pengaruh dalam perkembangan musik jazz di dunia. Aliran yang juga kerap kali disebut sebagai early jazz atau New Orleans Jazz ini pertama kali hadir pada tahun 1917 di New Orleans (kota yang dikenang sebagai tempat awal kemunculan Musik Jazz).

Ketika itu di New Orleans, muncul sebuah band yang bernama The Original Dixieland Jazz Band yang membuat terobosan baru dengan menggabungkan genre ragtime dan musik sicilian. Karakter yang dibawakan oleh grup band Dixieland pada saat itu ialah para musisinya menggunakan alat musik semacam terompet, klarinet, gitar, banjo, trombone, piano, dan bass.

Setelah nama Dixieland populer di New Orleans, mulailah muncul berbagai band dengan genre yang serupa hampir di semua daerah di Amerika Serikat. Masih di era yang sama, nama Louis Armstrong mulai populer dan turut memberikan peran pada dasar-dasar Musik Jazz.