Uang Beredar Februari 2025

Uang Beredar Februari 2025
Uang Beredar Februari 2025

Penyaluran kredit kepada UMKM pada Februari 2025 sebesar Rp1.393,4 triliun tumbuh 2,1% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 2,5% (yoy). Pertumbuhan kredit UMKM terutama pada skala kecil (7,9%, yoy). Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit UMKM pada Februari 2025 dipengaruhi oleh Kredit Investasi (6,5%, yoy) dan Kredit Modal Kerja (0,5%, yoy).

Sedangkan, Aktiva Luar Negeri bersih (Rp2.053,5 triliun) pada Februari 2025 tumbuh sebesar 4,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,4% (yoy). Lebih lanjut untuk tagihan bersih system moneter kepada Pempus (Rp697,5 triliun) terkontraksi sebesar 5,7% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya terkontraksi sebesar 14,1% (yoy).

Sementara itu, Uang Primer (M0) adjusted pada Februari 2025 tercatat sebesar Rp1.882,7 triliun, tumbuh 13,0% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2025 sebesar 13,2% (yoy). Berdasarkan komponen M0 adjusted, Uang Kartal sebesar Rp1.112,2 triliun atau tumbuh sebesar 9,8% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan sebelumnya sebesar 11,0% (yoy). Sementara Giro Bank Umum di BI adjusted sebesar Rp684,2 triliun tumbuh sebesar 5,1% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,0% (yoy).

BACA JUGA:  Santri Virtual: Generasi Baru Penuntut Ilmu di Era Digital

*Suku Bunga Simpanan dan Kredit*

Pada Februari 2025, suku bunga kredit dan suku bunga simpanan relatif stabil. Rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Februari 2025 sebesar 9,20%, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, suku bunga simpanan berjangka meningkat pada tenor 3 bulan dan 6 bulan, masing-masing sebesar 5,59% dan 6,06%, setelah pada bulan Januari 2025 masing-masing tercatat sebesar 5,57% dan 6,01%. Suku bunga simpanan tenor 1 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan tercatat sebesar 4,80%, 5,11%, dan 4,29%, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,82%, 5,16% dan 4,32%.

*Penutup*

Analisis jumlah uang beredar sangat penting dalam ekonomi karena dapat memberikan informasi tentang kondisi ekonomi suatu negara atau wilayah. Beberapa alasannya adalah:

•Mengukur Kondisi Ekonomi
Jumlah uang beredar dapat digunakan sebagai indikator kondisi ekonomi suatu negara. Jika jumlah uang beredar meningkat, maka ekonomi negara tersebut cenderung membaik.

•Mengontrol Inflasi
Analisis jumlah uang beredar dapat membantu mengontrol inflasi. Jika jumlah uang beredar terlalu banyak, maka dapat menyebabkan inflasi karena uang yang beredar tidak seimbang dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia.

BACA JUGA:  ILMU DOTI SEBAGAI KEARIFAN LOKAL

•Mengatur Kebijakan Moneter
Analisis jumlah uang beredar dapat membantu bank sentral dalam mengatur kebijakan moneter. Dengan mengetahui jumlah uang beredar, bank sentral dapat menentukan kebijakan suku bunga, jumlah uang yang dicetak, dan lain-lain.

•Mengukur Keseimbangan Ekonomi
Jumlah uang beredar dapat digunakan untuk mengukur keseimbangan ekonomi suatu negara. Jika jumlah uang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa yang tersedia, maka ekonomi negara tersebut cenderung stabil.

•Mengidentifikasi Potensi Krisis
Analisis jumlah uang beredar dapat membantu mengidentifikasi potensi krisis ekonomi. Jika jumlah uang beredar terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka dapat menyebabkan krisis ekonomi.

•Mengatur Kebijakan Fiskal
Analisis jumlah uang beredar dapat membantu pemerintah dalam mengatur kebijakan fiskal. Dengan mengetahui jumlah uang beredar, pemerintah dapat menentukan kebijakan pajak, belanja negara, dan lain-lain.

#Akuair-Ampenan, 23-03-2025