Masih Ada Yang Nyinyir

Gambar ilustrasi (sumber: https://images.app.goo.gl/dVamEtFDpUsEr7PJA)

Maka, siapa pun yang berdiri membela Palestina hari ini, sejatinya sedang membela nilai-nilai kemanusiaan. Kita tentu harus mendukungnya, selama arah dan tujuannya adalah untuk menghentikan kezaliman. Dukungan terhadap Palestina tidak hanya datang dari kaum Muslimin. Dari berbagai penjuru dunia, bahkan dari kalangan non-Muslim, suara hati nurani menyerukan keadilan dan pembelaan terhadap rakyat Palestina.

Kita perlu menunjukkan kepada dunia bahwa umat manusia yang masih memiliki hati nurani, tidak akan tinggal diam melihat kezaliman terus berlangsung. Siapa pun pelakunya—apakah itu Israel, atau bangsa mana pun yang menzalimi—harus dihentikan.

Bila ada kekuatan, entah dari Iran, Inggris, Cina, atau dari mana pun yang ingin menghentikan kejahatan terhadap Palestina, maka mereka adalah pejuang kemanusiaan. Jangan sampai karena berbeda keyakinan, kita menjadi buta terhadap siapa musuh bersama yang nyata dan membahayakan dunia.
Isu Palestina telah melewati batas perdebatan akidah. Ini adalah isu nurani. Jika ada seseorang yang mengaku beriman, namun tidak pernah bersedih mendengar kabar tentang Palestina, tidak tergerak hatinya untuk membantu, bahkan menjadikan tragedi ini sebagai bahan candaan—maka sungguh, perlu ditanyakan: di mana letak hatinya?

BACA JUGA:  MANUSIA SETENGAH DEWA

Kita sebagai umat Islam, bahkan sebagai manusia yang berakal dan berhati nurani, tidak boleh tinggal diam. Dukungan bisa dimulai dari doa, dari harta, dari upaya menyebarkan kesadaran, dan dari setiap langkah yang bisa kita lakukan sesuai kemampuan.
Dalam perjuangan membela Palestina, pasti kita akan berjumpa dengan banyak orang yang berbeda keyakinan dengan kita. Tapi selama tujuannya sama, yakni membela nilai-nilai kemanusiaan dan menolak kezaliman, maka ini adalah perjuangan bersama umat manusia.

Adapun keistimewaan seorang Muslim dalam hal ini, adalah karena ia membela bukan hanya karena nurani, tapi juga karena iman kepada Allah. Maka dorongan keimanan harus membuat kita lebih kuat, lebih gigih, dan lebih besar tekadnya dalam membela Palestina.

Siapa pun hari ini yang memberikan kontribusi nyata dalam menghentikan kejahatan terhadap Palestina, tidak boleh kita remehkan. Kita harus berdiri bersama dalam satu barisan menolak kezaliman. Semoga Allah menerima setiap upaya dan niat kita, demikian Harapan Buya Yahya.

Wahai saudaraku, lebih baik kita bertanya pada diri kita sendiri ; dimana posisi kita selama ini terhadap penindasan terhadap Palestina? Apa yang telah kita berikan, apa yang telah perjuangkan?

BACA JUGA:  Legalitas Danantara

22Juni2025