*Apakah Tuhan Berpihak pada Penjajahan?*
Pertanyaan besar lainnya yang patut direnungkan adalah: benarkah Tuhan merestui ketidakadilan? Jika Tuhan menjanjikan tanah kepada satu bangsa, apakah itu berarti Tuhan juga mengizinkan mereka mengusir, membunuh, dan meminggirkan bangsa lain? Apakah Tuhan, yang dikenal sebagai sumber kasih dan keadilan, mengajarkan superioritas rasial dan etnis?
Dalam banyak tradisi keagamaan, termasuk Islam dan Kristen, Tuhan dikenal sebagai Maha Pengasih dan Maha Adil. Tuhan tidak memihak pada penindasan. Bahkan dalam ajaran Yahudi sendiri, nilai-nilai keadilan, kasih terhadap sesama, dan perlindungan terhadap kaum lemah sangat ditekankan. Maka dari itu, ketika klaim atas janji Tuhan digunakan untuk melegitimasi penjajahan, ada yang keliru dalam cara memahami teks suci itu.
Dunia yang Lebih Adil Membutuhkan Tafsir yang Baru
Tidak salah jika sebuah bangsa memiliki keyakinan atas warisan spiritual mereka. Namun keyakinan itu harus diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan universal. Tidak ada satupun bangsa yang berhak menjadikan teks kuno sebagai dasar untuk menindas bangsa lain di masa kini.
Yang dibutuhkan adalah tafsir baru atas sejarah. Tafsir yang menekankan bahwa jika Tuhan menjanjikan tanah, maka itu berarti tanah itu harus menjadi sumber kedamaian, bukan konflik. Bahwa hidup berdampingan jauh lebih luhur daripada mengusir. Bahwa semua anak manusia, Yahudi maupun Palestina, memiliki hak yang sama untuk hidup merdeka, aman, dan bermartabat.
Israel mungkin percaya bahwa mereka menerima janji Tuhan 3500 tahun lalu. Namun dunia hari ini menuntut keadilan yang lebih nyata daripada sekadar klaim warisan. Tuhan tidak akan merestui kekerasan yang dibungkus dengan nama-Nya. Dan sejarah akan menilai, apakah bangsa Israel benar-benar mewarisi janji Tuhan, atau justru mengkhianatinya dengan menindas sesama manusia.
*Akhir Kata*
Keyakinan adalah hal yang sakral. Tapi ketika keyakinan digunakan untuk menjustifikasi kekuasaan dan penderitaan orang lain, ia menjadi senjata yang membahayakan. Janji Tuhan seharusnya membawa kedamaian, bukan peperangan. Sebab Tuhan yang sejati tidak pernah berpihak pada penjajah—melainkan selalu bersama mereka yang dizalimi.
30Juni2025












