HIDUPMU BERHARGA, JANGAN SIA-SIAKAN DEMI VALIDASI ORANG LAIN

Gen Z
Aslam Katutu

Pada akhirnya, yang menjalani hidup ini adalah kamu — bukan mereka. Orang lain mungkin mengomentari, mengkritik, atau bahkan memuji, tetapi mereka tidak pernah benar-benar merasakan suka duka perjalananmu. Mereka tidak bangun setiap pagi dengan beban yang kamu pikul, tidak menghadapi ketakutan-ketakutan kecil yang kamu lawan setiap hari, dan tidak juga menikmati kemenangan-kemenangan kecil yang kamu raih dengan susah payah.
Hidup ini terlalu singkat untuk menghabiskan waktu bertahun-tahun menjadi sesuatu yang bukan kamu. Tidak ada yang lebih membebaskan selain berani berkata, “Ini aku. Ini hidupku. Aku bangga dengan siapa aku.”

Tidak ada yang salah dengan ingin diakui. Itu manusiawi. Tapi jangan sampai keinginan itu berubah menjadi kebutuhan yang mengendalikanmu. Gunakan validasi sebagai bonus, bukan sebagai bahan bakar utama untuk bergerak. Biarlah pencapaianmu lahir dari semangat untuk bertumbuh, bukan dari ketakutan akan penolakan.

Belajarlah untuk mengenali nilai dirimu sendiri, bahkan saat tak ada satu pun orang yang bertepuk tangan untukmu. Belajarlah untuk mencintai dirimu, bahkan saat tak ada satu pun yang memujimu. Belajarlah untuk setia pada prinsip dan mimpimu, bahkan ketika jalan itu sepi dan sunyi.
Karena di akhirnya nanti, ketika semua hiruk-pikuk ini mereda, yang tersisa hanyalah pertanyaan sederhana: apakah kamu hidup dengan sungguh-sungguh? Apakah kamu menjalani hidupmu untuk dirimu sendiri, ataukah kamu hanya menghabiskannya untuk menjadi versi ideal menurut orang lain?

BACA JUGA:  Wayang Sasak: Dari Lombok Menuju Dunia

Jangan tunggu sampai waktu habis untuk menyadari betapa berharganya hidupmu. Mulailah hari ini. Bangunlah kehidupan yang membanggakan hatimu sendiri, bukan sekadar memuaskan mata orang lain.
Hidupmu berharga. Hargailah ia dengan menjadi dirimu yang paling sejati.

Aslam Katutu, Penulis Buku “You Only Live Once – Yolo”