BPSDMD Sebagai Center of Expectation

Bpsdmd
Bersama Widyaiswara Ahli Utama BPSDMD Prov. NTB, Cukup Wibowo (kanan)

Bagi Cukup, di sinilah peran strategis Widyaiswara dalam menghadapi Gen Z pada Latsar CPNS antara lain:

1. Menjadi fasilitator pembelajaran kolaboratif – Gen Z lebih responsif terhadap metode team-based learning, diskusi kreatif, dan studi kasus interaktif ketimbang ceramah panjang.

2. Mengintegrasikan literasi digital dan AI – mengarahkan bagaimana teknologi seperti ChatGPT bisa digunakan sebagai alat bantu kerja, bukan sebagai pengganti pemikiran kritis dan etika birokrasi.

3. Membentuk etika profesi ASN – mengingat riset terbaru menunjukkan 77% pencari kerja Gen Z bahkan masih meminta bantuan orang tua saat menghadapi wawancara dan negosiasi, maka Latsar menjadi momen untuk menanamkan kemandirian, tanggung jawab, dan keteguhan integritas.

4. Menumbuhkan kepemimpinan prososial – BPSDMD harus menekankan bahwa pelayanan publik tidak sekadar keterampilan administratif, melainkan juga kepedulian sosial, empati, dan keberanian mengambil keputusan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Generasi Z membawa energi baru bagi birokrasi, namun mereka perlu dipandu agar kecepatan berpikir digital dapat diimbangi dengan kedalaman nilai, etika, dan loyalitas pada NKRI. Latsar harus menjadi ruang dialektika yang sehat antara teknologi dan nilai dasar ASN.

BACA JUGA:  Catatan Pinggir dari Warkop: WARTAWAN ITU PENELITI DAN PENJAGA NALAR PUBLIK

“Dengan demikian, BPSDMD melalui inovasi kurikulum, metode pembelajaran blended learning, serta pendampingan intensif oleh widyaiswara, dapat memastikan bahwa CPNS Gen Z tidak hanya menjadi pegawai yang mahir teknologi, tetapi juga birokrat yang berintegritas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global maupun lokal,” tutup Cukup.

*Sebagai Center of Expectation*

Sebagaimana disodorkan Cukup, BPSDMD dapat disebut sebagai center of expectation karena perannya sebagai pusat yang diharapkan untuk mengembangkan SDM yang profesional dan kompeten, mewujudkan kualitas ASN yang berintegritas, serta mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di daerah.

Inilah penguatan BPSDMD sebagai center of expectation:

Pusat Pengembangan Kompetensi:
BPSDMD diharapkan menjadi pusat yang mengembangkan kompetensi ASN dan non-ASN melalui berbagai pelatihan dan penjaminan mutu, baik kompetensi dasar, manajerial, fungsional, teknis, maupun sosio-kultral.

Mewujudkan Profesionalisme:
BPSDMD menjadi garda terdepan dalam mewujudkan aparatur yang profesioanl, berintegritas, dan kompeten, yang pada akhirnya mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Mendorong Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi:
Melalui studi lapangan dan program-program inovativ, BPSDMD diharapkan dapat melahirkan ide-ide baru, metode pengawasan yang inovatif, serta pemanfaatan teknplogi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.