“Saya mesti membuat karya yang menyejukkan hati orang lain” Kilahnya.
Jadilah Anzul juragan “Kampung Garam.”
Sebagai perupa autodidak ia serius berupaya mematangkan konsep kerjanya dengan intens berdiskusi bersama sahabatnya Ahmad Fauzi, Budi Haryawan, seniornya Amrulah Syam, Ishakim, Asdar Muis RMS dan sejumlah aktivis perupa, pegiat seni pertunjukan Makassar lainnya.
Anzul berkarya serius. Karya-karya yang lain banyak menjadi cover buku terbitan De La Macca dan Garis Khatulistiwa termasuk Majalah Macca edisi Novermber 2021.
Anzul juga bercerita bahwa hingga kini ia telah menyelesaikan sejumlah karya. Di antaranya ada tentang karya instalasi ikan asin kering yang dipajang pada karyanya karena itulah panganan pertama yang diasup anaknya ketika berumur 5 bulan.
Berpameran pada “Makassar Art Forum 99”; Menampilkan karya di Stasiun 9 – Festival Kampung Mangasa diinisiasi perupa Rimba Kasumba; Menyajikan seni pertunjukan “Kampung Garam” di halaman depan rumah Asdar Muis di Sudiang; Melalang ke Bali atas undangan seniman tari Prapto Surtodarmo untuk pertunjukan ritual “ Segenggam Tanah” (Trilogi: Tanah) ia membawa tanah, menanam pohon rambutan dan kelapa pada Collaboration Asia-Eropa in Art and Environment di Tejakula, Singaraja 2000; Pameran seni rupa “Kalimantan Art Exibition II”, di Hotel Dusit, Balikpapan, 2005; Bersama Amrullah Syam mengerjakan patung tiga tokoh dunia, Nelson Mandela, Syech Yusuf Almakassary, Mahatma Gandhi di Anjungan Pantai Losari tahun 2016; Tampil dalam Makassar Biennale 2017 dan 2019.
Anzul pernah pula pameran 999 karya lukis di Gallery de La Macca.
Pada pameran tanggal 5 Juli hingga 5 September 2021, event yang diprakarsai L Project dalam Indonesia Art Expo 2021, Anzul memamerkan karya lukis abstrak yang berjudul “Energi Balance # 2”, “Tiga Batu”, “Bayang, Garis dan Saya” “Spirit Carries On #2, “Hope”Raja. Semua karya tahun 2021.
Mengingat pameran dilaksanakan masih pada masa pandemi Covid-19 hingga memaksa seniman dan pengelola galeri mengadaptasi perubahan yang terjadi, memanfaat teknologi internet agar memungkinkan pembukaan pameran dapat disaksikan via daring.
Harapannya dengan on line maka peristiwa ini dapat disaksikan oleh apresian yang sangat luas, tak terbatas, lintas lokal, nasional hingga Internasional dalam rentang jaringan dunia maya.
Telah kuketuk pintu itu
Aku Takut
Tak punya kunci
(Antologi puisi rupa: Tanam Jarum Lautan Hati
Jutaan Garis Menjahit Kisah)
Satu pertanyaan, kala itu, bagaimana bila garam tak asin lagi?
Selamat jalan sahabat.












