Menakar Komitmen Prabowo-Gibran Menegakkan Keadilan

*Oleh: Yakub F. Ismail*

NusantaraInsight, Jakarta — Hukum dan keadilan merupakan dua hal penting yang dibutuhkan umat manusia, di mana pun dan kapan pun. Hukum adalah prasyarat bagi tertib sosial, sementara keadilan merupakan nilai fundamental yang membingkai peradaban umat manusia.

Keduanya berjalan beriringan – saling mengandaikan. Tanpa hukum yang kuat, kehidupan sosial akan berubah menjadi arena pembantaian dan kekacauan. Juga, tanpa keadilan yang hakiki, maka kehidupan tidak akan memiliki makna apapun. Dan, karenanya peradaban manusia barangkali tidak akan pernah ada.

Dengan demikian, keberadaan hukum dan keadilan senantiasa menjadi prioritas, terutama di sebuah negara dengan tingkat peradaban yang kuat.

Indonesia sebagai salah satu negara-bangsa yang melewati bermacam tahapan peradaban umat manusia, menjadikan kedua prasyarat sebagai hal prinsipil demi mewujudkan cita-cita bersama.

Tak peduli siapa pemimpinnya, hukum harus tetap ditegakkan dan keadilan tetap dijunjung tinggi. Itulah prinsip dasar Indonesia merdeka dan berdaulat.

Meresapi prinsip fundamental itu, Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Gibran Rakamubing Raka berusaha membangun tatanan sosial melalui penguatan hukum dan dukungan terhadap penegakan keadilan.

BACA JUGA:  Live Report Liputan Reformasi 1998 Lewat Telepon Umum

*Komitmen Awal*

Prabowo-Gibran sejak awal menjabat sudah menunjukkan komitmen yang kuat untuk penegakan hukum dan keadilan di Indonesia.

Itu terlihat saat pidato perdana pascapelantikannya, di mana Prabowo Subianto menyatakan bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi akan menjadi prioritas utama pemerintahannya.

Hal itu selaras dengan dengan visi mewujudkan “Pemerintahan Efisien dan Bersih.” Visi ini tentu tidak akan tercapai jika tidak didukung sederet kebijakan dan keseriusan pemerintah menegakkan aturan yang ada.

Salah satu kejahatan sosial yang menjadi sorotan Prabowo di awal-awal masa kepemimpinan ialah masalah korupsi.

Adapun, fokus utama komitmen hukum dan keadilan Prabowo-Gibran menyasar sejumlah aspek kehidupan atas sektor politik.

Pertama, komitmen supremasi hukum. Pada poin ini, pemerintahan Prabowo-Gibran berupaya mendorong sistem hukum yang tegas, independen, dan tidak tunduk pada kekuasaan atau tekanan politik.

Kedua, pemberantasan korupsi. Soal ini Prabowo bahkan dengan tegas menyatakan dukungan terhadap penguatan KPK dan integrasi sistem pencegahan korupsi antar-lembaga. Ditargetkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan proyek pemerintah.

BACA JUGA:  Pengabdian itu Menumbuhkan Akar, Menjadi Jiwa

Ketiga, reformasi lembaga hukum. Harus diakui bahwa institusi penegakan hukum tanah air memang perlu diperkuat kembali.