MANTRA PEMBERDAYAAN

Oleh: Rahman Rumaday
(Founder K-Apel)

NusantaraInsight, Makassar — Embun pagi masih merayap di atas daun yang menanti, mata masih menopang beban sisa tidur malam, di hari kamis, 4 Januari 2024 sudah janjian ngopi bahas kemandirian masyarakat di Resto Hotel Amaris Mall Panakukang.

Melalui sambungan Whatsapp, posisi dimana? tanya kak Cawi Ayo! Kita ngopi pagi ini di hotel Amaris samping Mall Panakukang, ajak Kak Cawi.

Siap! Kak kebetulan jam 6 pagi saya sudah diluar rumah menyapa bumi disekitar Mall Panakukang tinggal bergeser ke TKP. Jawab saya menyambut ajakan itu.

Semangat 40 PK (Mesin jonson) tidak cukup 10 menit saya pun tiba di TKP dan sesuai petunjuk kak Cawi saya langsung menuju resto hotel amaris. Semangat bertemu itu terasa begitu kuat seperti hentakan mesin jonson 40 PK mendorong lajunya bodi jonson, sebab saya tau pertemuan itu sangat berharga bagi saya yang baru mulai belajar tentang pemberdayaan di bidang ekonomi, disana tidak sekedar ngopi dan sarapan pagi, namun, disana ada ilmu ada inspirasi yang saya dapatkan dari seorang tokoh pemberdayaan masyarakat yakni Kak Cawi. Ilmu dan inspirasi bagaimana bermanfaat ditempat dimana kita menjalani kehidupan bersama masyarakat “Khairunnas anfahumlinnas”

BACA JUGA:  Penghujung Orde Baru, KIPP Gandeng Jurnalis Mengawasi Pemilu 1997

Hidupnya seorang manusia yang khairunnas bagai embun yang menyirami bunga, bahwa kebaikan sesungguhnya adalah terpancar saat memberi manfaat pada sesama dalam kehidupannya sebagai manusia yang tercipta sebagai makhluk sosial “aku, kamu adalah kita”

Hidupnya seorang manusia dalam gemerlap kebaikan itulah, hati-hati menjadi khairunnas, indah ketika berguna bagi yang ada sekitar kita, terbingkai kasih dalam seuntai kisah hidup.

Mengutip pernyataan menarik dari kak Cawi pagi itu atas meja
Resto Hotel Amaris Panakukang berukuran 50×50 cm bahwa : “Yang bikin kita abadi itu karya dan kader dari pengkaderan yang kita lakukan.” ~ Ziaul Haq Nawawi (Cawi)

sembari menikmati sarapan, saya menyimak dengan baik pembicaraan inspiratif tentang pemberdayaan ekonomi kreatif mengungkap percakapan antara saya dan kak Cawi yang penuh inspirasi, ide-ide brilian datang dari kak Cawi tentang bagaimana mewujudkan perubahan positif dalam sebuah masyarakat.

“Barang siapa berbuat baik, sesungguhnya kebaikan itu untuk dirinya sendiri, dan jika berbuat jahat maka kejahatan itu untuk dirinya sendiri.” ~QS Al Isra : 7

BACA JUGA:  Hari Pers Nasional 2024 Pers di Tengah Disrupsi Informasi

Saya seperti di mantra dalam getaran dan harmoni pemberdayaan antara pemberdayaan kemandirian pola pikir masyarakat dan pemberdayaan kemandirian ekonomi masyarakat yang selama ini kegiatan pemberdayaan saya berfokus pada kemandirian pola pikir

Harmoni pemberdayaan membelai jiwa yang merdeka. Kemandirian Pola pikir masyarakat melukiskan semesta, kemandirian
Ekonomi berkembang, kemandirian masyarakat bersinar.

“Sesungguhnya seorang hamba senantiasa akan berada dalam kebaikan selama ia masih memiliki “ penasihat” dari dalam hatinya dan bermuhasabah menjadi salah satu agenda yang paling ia tekuni.” ~ Hasan Albasri

“Kalau itu yang kita lakukan maka kita seperti memantra masyarakat untuk hidup harmoni dalam fikriyah yang sehat, ruhiyah yang sehat, dan jasadiyah yang sehat.” kata kak Cawi menutup pembicaraan kami sebelum ia mengantar saya dengan mobilnya di tempat nongkrong saya.

Kafe Baca, 4 Januari 2024