“Indonesia akan mendekati makna ‘jannatuna’ jika warganya tidak saing memusuhi karena perbedaan. Jika ruang publik dipenuhi etika, bukan cacian. Jika persaudaraan lebih kuat daripada provokasi. Jika negara hadir melindungi yang lemah, bukan membiarkan mereka terpinggirkan. Di sinilah pesantren berperan yang sangat besar,” kunci jenderal purnawirawan bintang dua itu disambut tepuk tangan yang hadir. (mda).
Laksda (Purn.) Dr.Ir.Abd.Rivai Ras, M.M.,M.S.,M.Si, IPU ASEAN Ing. IAPIM, Jembatan antara Pesantren dan Masa Depan Bangsa
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

(Oleh : Andi Pasamangi Wawo) NusantaraInsight, Makassar — Berawal dari lagu ‘Ternyata‘, karya kedua yang saya rilis bulan lalu, membuat sahabat dan letting saya di dunia kewartawanan tertarik untuk berbincang…

Cuma diakui bahwa masih banyak pojok baca dari perpustakaan ini yang belum dimanfaatkan secara optimal. Banyak corner-corner di area perpustakaan yang, menurut Prof. Munira Hasjim, perlu bersinergi agar dapat menjadi…

Negara Kincir Angin itu masih mau terus menjajah, yang membuat para tokoh nasional menggunakan segala kemampuannya demi mencapai kemerdekaan penuh bangsa dan negaranya. Sebab, rupanya, secara de facto, Belanda hanya…

Dosen FIB Unhas itu menandaskan bahwa di masanya, Galesong menjadi simpul penting jalur maritim Nusantara, sama dengan Tallo. Daerah ini bahkan punya figur ikonik ternama, yakni Karaeng Galesong. Menurut Aminuddin…

Dengan demikian, Pilrek UNM tidak semata dipahami sebagai mekanisme suksesi kepemimpinan, melainkan sebagai arena konsolidasi tata kelola kelembagaan. Plt Rektor berperan sebagai penjamin stabilitas, mediator kepentingan, dan fasilitator proses demokrasi…







