Lahan Contoh Penghijauan di Kec. Parado Bima (2): Produksi Meroket, Harga Merosot

Persoalan ketersediaan gudang penampung jagung juga disorot Afifuddin. Dia menyebutkan, gudang PT Charon hanya berkapasitas 200.000 ton, gudang PT Sentosa Utama Lestari berkapasitas 16.800 ton. Gudang Bulog lebih banyak diisi oleh stok pangan beras. Bulog juga membeli jagung kalau ditugaskan jika diperlukan. Gudang milik pengepul/rakyat hanya berkapasitas 15.000 ton.

Bandingkan ketersediaan dan kapasitas gudang dengan jumlah produksi satu musim. Frekuensi kapal pengangkut jagung yang berlabuh di Pelabuhan Bima kerap memakan interval waktu lama.

Pelabuhan Sape pun memiliki kapasitas terbatas. Hanya disandari kapal-kapal bertonase rendah. Padahal, dua pelabuhan ini merupakan pintu keluar 90% produksi jagung asal Kabupaten/Kota Bima, juga Kabupaten Dompu. Sebanyak 10% produksi lainnya diangkut dengan truk ke Lombok melintasi pelabuhan feri Tano di Sumbawa Besar.

Sementara Peraturan Badan Pangan Nasional tahun 2024 sebagaimana diberitakan Kompas.com 2 Mei 2024, panel harga Badan Pangan Nasional , harga jagung tingkat peternak naik Rp 590 per kg (7,22%) dibandingkan sebelumnya, yakni dari Rp 7.580 menjadi Rp 8.170/kg. Produksi jagung setiap musim meningkat dan meroket, namun tidak sebanding dengan harga jagung yang selalu merosot. (Bersambung).

BACA JUGA:  Kartini 4.0: Empowerment atau Eksploitasi?