Oleh: Ardhy M Basir (Wartawan Senior)
NusantaraInsight, Jeneponto — Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan serius dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan luas wilayah mencapai 749,79 kilometer persegi serta mencakup 11 kecamatan, 31 kelurahan, dan 82 desa, kebutuhan akan kehadiran aparat kepolisian yang memadai menjadi hal yang sangat penting.
Namun berdasarkan data yang ada, jumlah personel kepolisian yang bertugas di Kabupaten Jeneponto saat ini sekitar 300 orang. Jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai sekitar 800 personel, jika disesuaikan dengan luas wilayah, jumlah penduduk, serta sebaran wilayah administrasi.
Sebelas kecamatan yang ada—Arungkeke, Bangkala, Bangkala Barat, Binamu, Bontoramba, Kelara, Rumbia, Tarowang, Turatea, Batang, dan Tamalatea—memerlukan pengawasan dan pelayanan keamanan yang merata. Selain keberadaan Polsek di sejumlah kecamatan, terdapat pula subsektor kepolisian, seperti di wilayah Bontoramba, yang membutuhkan dukungan personel secara berkelanjutan.
Keterbatasan jumlah aparat berdampak pada intensitas patroli, kecepatan pelayanan laporan masyarakat, hingga pengamanan kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Dalam kondisi tertentu, satu personel harus menjalankan beberapa fungsi sekaligus, sehingga beban tugas menjadi cukup berat.
Sejumlah pihak berharap Polda Sulawesi Selatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi ini, khususnya melalui penambahan personel serta penataan penempatan anggota kepolisian. Penugasan polisi-polisi baru yang berasal dari Kabupaten Jeneponto untuk bertugas di daerah asalnya dinilai dapat menjadi salah satu solusi, mengingat pemahaman mereka terhadap karakter wilayah dan masyarakat setempat.
Dengan penguatan jumlah personel dan distribusi yang lebih proporsional, diharapkan pelayanan kepolisian di Kabupaten Jeneponto dapat semakin optimal. Kehadiran aparat yang memadai diyakini akan berkontribusi positif dalam menciptakan rasa aman dan mendukung stabilitas sosial di daerah yang dikenal sebagai Kota Kuda tersebut. ( Ardhy M Basir )












