KEARIFAN DI BALIK ABOLISI TOM LEMBONG DAN AMNESTI HASTO KRISTIYANTO

• Di Indonesia sendiri, Presiden SBY memberikan amnesti kepada eks kombatan GAM pada 2005.

Dari sana, tumbuhlah perdamaian Aceh yang masih bertahan hingga hari ini.

Setiap kali pengampunan diberikan, sejarah bertanya: adakah kebijaksanaan di baliknya, atau hanya kalkulasi kekuasaan?

Jawabannya jarang datang dari ruang debat politik. Ia lahir dari ruang batin bangsa yang bersedia memeluk luka.

-000-

Sebagian publik mungkin sinis. “Ini hanya barter politik,” ujar mereka. “Ini kompromi.”

Namun jika kita naik ke langit pikiran, kita akan melihat wajah lain: ini adalah upaya menjahit kembali bendera yang sempat koyak.

Mungkin tak sempurna, tapi ia langkah menuju pulihnya kepercayaan antar anak bangsa.

Prabowo, sebagai pemimpin baru di tengah dunia yang dipenuhi ketegangan—dari perang Ukraina hingga konflik Laut Cina Selatan, dari krisis energi hingga inflasi global—memilih menyalakan nyala kecil di tengah kabut: nyala rekonsiliasi.

Ia tahu, pembangunan hanya tumbuh di tanah damai. Dan damai hanya tumbuh jika luka masa lalu tak terus diwariskan sebagai racun.

BACA JUGA:  Bontonyeleng 24 Jam

Mungkin publik masih diam. Tapi di balik diam itu, ada gema harapan: bahwa negeri ini sedang belajar menyembuhkan, bukan menambah luka.

Bahwa yang menyelamatkan republik bukan tangan yang mengepal, tetapi tangan yang terbuka.

Abolisi dan amnesti adalah perangkat hukum. Tapi sesungguhnya, yang diuji bukan hanya konstitusi, melainkan jiwa kolektif bangsa ini.

Apakah kita cukup bijak untuk tidak larut dalam balas dendam?

Apakah kita mampu memaafkan tanpa melupakan?
Apakah kita bersedia berjalan ke depan—bukan dengan kemarahan, tapi dengan kebijaksanaan?

Tahun 2025 akan tercatat, bukan karena hukum dilemahkan, tetapi karena hukum menemukan wajah baru: wajah kemanusiaan.

Di dunia yang kian gaduh oleh kebencian, negara yang bisa memaafkan bukanlah negara yang lemah, melainkan negara yang telah dewasa.

Karena keberanian sejati bukan membalas luka, melainkan mengubah luka menjadi jembatan.***

Jakarta, 1 Agustus 2025

Referensi:

• Megawati Perintahkan Kader PDIP Dukung Pemerintahan Prabowo, berbagai sumber media, 31 Juli 2025.

• Keputusan DPR RI tentang Abolisi dan Amnesti 2025, dokumen resmi DPR.

BACA JUGA:  HUT ke-80 TNI: Postur Baru Indonesia Sebagai Middle Power dan Global Swing State

-000-

Ratusan esai Denny JA soal filsafat hidup, political economy, sastra, agama dan spiritualitas, politik demokrasi, sejarah, positive psychology, catatan perjalanan, review buku, film dan lagu, bisa dilihat di FaceBook Denny JA’s World

https://www.facebook.com/share/19MEQRKvHR/?mibextid=wwXIfr