Etika Digital vs Kreativitas Tanpa Batas: Problematika Ruang Digital

Etika digital menuntut tanggung jawab atas setiap konten yang diproduksi, di mana AI harus dipandang sebagai alat yang membutuhkan pengawasan manusia, bukan pencipta realitas semu yang berisiko menciptakan hoaks “new world order”.
Menyeimbangkan antara inovasi AI dan perlindungan publik merupakan hal mutlak, di mana regulasi yang ketat, seperti yang tengah difinalisasi Kementerian Komdigi, diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif teknologi ini.

Kebebasan berekspresi tetap harus dihormati, namun tidak boleh menjadi anarki digital yang memungkinkan AI digunakan untuk memproduksi deepfake atau gambar palsu yang menyesatkan. Diperlukan kesadaran AI-aware (AI-aware), di mana pengguna sadar teknologi namun tetap mampu mengambil jarak kritis, serta literasi digital untuk membedakan antara dokumentasi riil dan rekayasa AI guna membentengi ruang publik dari misinformasi.(z)

BACA JUGA:  Di Balik Peluncuran Edisi Revisi Buku “A.Amiruddin Nakhoda dari Timur” (6): Ditawari Pimpin Unhas, “Ada Minat?”