Ramadhan memang bulan penuh berkah. Bulan ampunan. Bulan di mana pintu-pintu langit terbuka lebar. Namun bagi saya, Ramadhan juga adalah bulan kenangan—tentang suara Ibu di waktu sahur, tentang nasihat Ayah yang tegas tapi penuh kasih, tentang doa-doa yang dulu mereka panjatkan untuk saya.
Kini, doa-doa itu saya teruskan untuk anak-anak saya, Waldhy dan Anastasia. Saya ingin mereka tumbuh dengan cinta yang sama—cinta yang membangunkan di waktu sahur, cinta yang mungkin sederhana, tapi penuh makna.
Saya ingin mereka kelak tidak hanya mengenal kakek dan neneknya lewat cerita, tetapi juga lewat nilai-nilai yang hidup dalam diri ayahnya
Kini, giliran saya yang mendoakan mereka.
Dan untuk Anda yang masih memiliki Ayah dan Ibu… jangan pernah sia-siakan keberadaan mereka. Jangan tunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya mereka. Selagi tangan itu masih bisa Anda genggam, genggamlah. Selagi suara itu masih bisa Anda dengar, dengarkanlah. Selagi pintu rumah mereka masih terbuka, pulanglah.
Karena sesungguhnya, kunci dan pintu surga itu ada pada keduanya.
Jangan sampai suatu hari nanti, di antara takbir dan doa Ramadhan, yang tersisa hanya penyesalan dan air mata. Jangan sampai Anda berdiri di sajadah, memohon waktu diputar kembali, sementara yang bisa dilakukan hanya mengirim doa.
Peluk mereka hari ini. Minta maaf hari ini. Bahagiakan mereka hari ini.
Karena ketika mereka telah tiada, bakti seorang anak tak lagi berupa senyum yang mereka lihat, melainkan doa-doa yang kita kirimkan. Ia menjelma menjadi sedekah atas nama mereka, menjadi amal yang diniatkan untuk menghadiahkan cahaya di alam kubur.
Dan kepada Waldhy dan Anastasia, ketahuilah: cinta orang tua adalah anugerah yang tak tergantikan. Jangan pernah menunda untuk berbakti. Jangan pernah merasa waktu masih panjang. Karena suatu hari nanti, yang tersisa hanyalah doa dan kenangan.
Ramadhan mengajarkan saya satu hal: rindu boleh basah oleh air mata, tetapi ia harus selalu dikuatkan oleh doa.
Semoga Ayah dan Ibu berbahagia di sisi-Nya.
Semoga Allah melapangkan kuburnya, menerangi alam barzakh mereka, dan mengumpulkan kami kembali dalam surga-Nya kelak.
Dan semoga kita yang masih diberi kesempatan, tidak termasuk anak-anak yang menyesal ketika semuanya sudah terlambat.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.












