Proyek elitis ini memang menunggu waktu. Waktu untuk menciduk pengelolanya yang terjaring dalam tindak pidana. Bukan tidak mungkin mantan pejabat BGN akan bernyanyi dan membongkar semuanya. Mumpung kepalang basah. Kelak secara vertikal para penilep dana MBG akan teringkap.
Pelaksanaan MBG memang belum berjalan dua tahun. Baru setahun enam bulan sudah meminta korban. Kepala BGN berurusan dengan hukum berikut pejabat yang mendampinginya. Ini lantaran proyek MBG ini menjadi ‘agenda yang sangat seksi’. Masalahnya, banyak pihak ingin terlibat menjadi pengelola MBG. Kampus pun juga ikut dan tak mau ketinggalan karena diiming-imingi profit yang menggiurkan, meskipun mengurangi porsi dan mendongkrak nilai beli.
Jadi begitulah tindak pidana korupsi bagaikan iblis yang tak berhenti menggoda makhluk manusia pada setiap lini kehidupan. Dan ternyata, — setinggi apa pun imannya — orang banyak yang terjebak. Padahal, mereka yang terciduk sudah bersumpah atas nama Tuhan di bawah naungan kitab suci. Tuhan saja mereka tidak takuti. Betapa miris dan ironisnya? (*).











