Ya, semisal ikut menjadi pelaksana kegiatan (event organizer) pada saat Festival (F) 8 yang dilaksanakan Pemkot Makassar beberapa tahun silam. Pada event ini Azizah banyak menimba pelajaran dan pengalaman berharga sebagai modal dan bekal untuk membidik lapangan kerja yang hendak diinginkannya. Yang ternyata, bekerja di atas laut bersama KM Tilongkabila yang saat ini dpimpin nakhoda Capt. Subair.
“Tugas saya di KM Tilongkabila adalah membuat penumpang nyaman dan kapal selalu bersih,” ucap Azizah kemudian mengajak penulis menuju anjungan kapal untuk sesi pengambilan gambar.
Sayang pengambilan gambar pada malam hari tanggal 29 Maret 2026 tidak bisa dilakukan karena seluruh lampu di ruang kemudi kapal harus dalam keadaan padam untuk memudahkan ABK dapat memantau berbagai indikator pelayaran melalui alat komunikasi dan perlengkapan navigasi kapal yang tersedia.
Kesempatan ini dimanfaatkan penulis untuk bertanya-tanya tentang kegunaan alat-alat tersebut. Termasuk yang menarik adalah radar dan petunjuk rute yang akan dilalui kapal selama berlayar.
Namun dalam kegelapan ruang kemudi, terdengar seseorang yang menyapa.
“Oh.,Pak Aji, ya,” suara itu terdengar begitu akrab di telinga penulis.
Dia adalah pria asal Jeneponto yang kerap muncul di facebook melaporkan setiap KM Tilongkabila meninggalkan atau merapat di satu pelabuhan. Saya sering ikut nimbrung dan menitip salam buat Nakhoda KM Tikongkabila Capt.Subair padanya. Panggilannya Ifonk, namun di akun faceboook-nya tertulis “rfl ifonk” mungkin singkatan namanya, Cerita dia juga menarik, tetapi nanti Penulis sajikan khusus untuk pembaca. (*).












