Meskipun ada kekecewaan lantaran hajatnya ke Singapura tidak tertunai, namun Azizah memperoleh pengalaman berharga saat dipercayakan sebagai “tour leader” di biro perjalanan itu.
Kesempatan ini memberi ruang waktu kepadanya berinteraksi dengan banyak orang, sekaligus menerapkan dan mempraktikkan ilmu yang diperolehnya dari bangku kuliah.
Azizah kembali ke Makassar. Menuntaskan masa-masa kuliah yang tersisa. Pada saat menulis skripsi, PT Pelni yang memang memiliki nota kesepahataman dengan Poltekpar Makassar, menyambangi kampusnya untuk merekrut calon-calon karyawan bagi perusahaan pelayaran nasional itu. Pelni merekrut mahasiswa yang baru lulus bisa ikut dalam penyaringan menjadi calon karyawan. Azizah harus berkejaran dengan waktu menyelesaikan skripsi dan segala tetek bengek administrasi penuntasan pendidikannya.
Dia juga berhasil menyelesaikan Pendidikan Diploma-4 karena ada Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL adalah pengakuan atas capaian pembelajaran seseorang — diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal atau pengalaman kerja — sebagai dasar melanjutkan pendidikan formal (kuliah) atau penyesuaian kualitas tertentu. Dan, Azizah mengantongi itu.
“Semua alumni datang mendaftar. Saya datang ke kampus mengejar tanda tangan dosen, melihat mereka tinggi-tinggi dan perempuannya cantik-cantik. Saya dalam kondisi kusam. Saya tidak pede (percaya diri) melihat teman alumni dan senior yang cantik semua,” kenang Azizah sambil tertawa.
Dia mengakui, awal tes tertulis mudah. Anehnya, banyak seniornya yang gugur dari 100 lebih peserta tes.
“Berarti ini tidak memandang fisik,” imbuh Azizah.
Yang lulus tes tahap pertama 22 orang. Tahap berikutnya tes wawancara di kampus. Yang lulus 10 orang, Azizah berada di urutan ke-7. Pada awal bulan dilaksanakan tes wawancara kedua untuk 10 orang yang lulus itu. Hasilnya, lulus 6 orang. Azizah di peringkat kedua. Peringkat I direbut seniornya yang ternyata sudah mengikuti pendidikan S-2.
“Saya sebenarnya ingin mengikuti pendidikan S-2, namun keburu bekerja karena harus menjadi tulang punggung keluarga,” ujar cewek yang senang menulis dan menyanyi ini.
Dari 12 orang yang diterima pada angkatannya, dari Poltekpar Makassar lulus 6 orang, Trisakti Jakarta 2 orang, dan Poltekpar Palembang 4 orang.
Jika merunut perjalanan pendidikan Azizah hingga tiba pada titik di KM Tlilongkabila tersebut, jelas berawal dari cita-cita. Cita-cita itu dia wujudkan dengan memilih jalur pendidikan yang tepat dan akan menunjang cita-citanya. Selain pendidikan dan dilanjutkan dengan magang, dia juga memperkaya diri dengan kemampuan dan keterampilan melalui keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang menunjang pendidikan teoretiknya.












