Mengisi waktu senggang di dalam pelayaran, perempuan yang hobi menulis dan menyanyi ini terkadang kumpul-kumpul di kamarnya dengan mahasiswa yang sedang praktik di kapal dan menulis laporan mengenai pekerjaannya. Mereka bisa berbagi cerita dan pengalaman masing-masing.
Jika tidak, mereka nongkrong di kafe kapal yang ada di buritan jika pekerjaan sudah tuntas. Pekerjaan Azizah ini berkaitan dengan hospitaliti (keramahtamahan) penumpang selama pelayaran.
Terkadang untuk mengobati rasa rindu, Azizah melakukan “video call” (VC — panggilan video) dengan orang tuanya di Ujung Bulu Bulukumba. Ayahnya, Muhiddin, mengalami penyakit strok sejak lama. Adiknya yang pernah bekerja di Bali, terpaksa ditarik ke Bulukumba menemani kedua orang tuanya dengan bekerja di kafe di kota Kabupaten Panrita Lopi tersebut.
Masuk ke posisi sebagai salah seorang karyawan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Azizah tidak hanya mengandalkan pengetahuan teori yang diperoleh di kampus, tetapi juga banyak terlibat dalam berbagai kegiatan penunjang. Misalnya menjadi “tour guide” salah satu biro perjalanan di Batam selama 4 bulan ketika melaksanakan praktik lapang di sana.
Hanya saja, Azizah sempat kecewa karena hajatnya ke Singapura dan paspor sudah di tangan, tidak bisa terwujud karena bertepatan dengan “lock down” gegara pandemi Covid-19 pada tahun 2021. Praktik di Batam tersebut berlangsung pada semester III.
Pada saat pelaksanaan F-8 yang dilaksanakan Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto saat menjabat Wali Kota Makassar, sebagai mahasiswa Poltekpar, Azizah pun terlibat sebagai personel “event organizer”. Jadi, sebelum menyelesaikan pendidikan di Poltekpar dia sudah terbiasa berkomunikasi dengan banyak orang.
“Bagaimana penrepan teori yang diperoleh di kampus dengan praktiknya dalam bidang pekerjaan?,” tanya penulis.
“Ya, ‘balance’ (berimbang) antara teori-praktik. Banyak pengetahuan teori yang didapat di kampus dipraktikkan dalam pekerjaan,” jawab Azizah pada perbincangan yang berlangsung puluhan menit dalam pelayaran saat kapal berada di Laut Flores yang tenang malam itu. (Bersambung).












