Dari Autobiografi Yusril Ihza Mahendra: Hampir Teken Petisi 50

Hanya sepuluh bulan Yusril menuntaskan pendidikan magisternya dan langsung lanjut ke program doktor. Disertasinya diuji setelah 22 bulan menjalani aktivitas akademik. Salah seorang pengujinya adalah Buya Ahmad Syafii Maarif.

Setelah meraih doktor di Malaysia, Ibu Toeti Heraty menyarankan Yusril mengambil S-3 filsafat lagi. Yusril memang berniat dan sempat berpikir mengambilnya di UGM. Namun garis tangan berkata lain. Belum sempat niat itu terlaksana, Yusril sudah dikukuhkan sebagai profesor di Fakultas Huum UI.

Sempat juga berpikir, jika dia sudah profesor lalu menempuh ujian doktor lagi, meskipun bidangnya berbeda, rasanya akan menjadi canggung.

“Paling tidak bisa membuat “keder” para penguji saya. Orang pasti akan bertanya. “Ini orang maunya apa, sudah profesor kok masih mau diuji,” canda Yusril Ihza Mahendra. (*).

M. Dahlan Abubakar
Lebak Bulus Jakarta, 23 Februari 2026.

BACA JUGA:  Negosiasi, Harga Mati, dan Presisi (4): (Kisah Operasi Kepolisian Menyelamatkan Penculikan Bocah Asal Makassar)