Catatan Tercecer dari Piala Dunia U-17 Austria, Perjalanan Mulus nan Kandas

Cabral kemudian melepaskan tendangan keras terarah menaklukkan kiper Austria Romario Cunha. Inilah untuk kedua kalinya gawang Romaria Cunha kebobolan dalam sejarah perhelatan Piala Dunia U-17 di Qatar ini.

Gol ini disambut gegap gempita oleh pendukung Portugal yang memadati Stadion Internasional Al Khalifah Al Rayyan Doha Qatar. Inilah untuk pertama kalinya Portugal meraih juara dunia sepak bola remaja dunia ini sejak digelar tahun 1985.

Sementara pemandangan yang paradoks terjadi di kubu Austria yang membayangkan dapat mengalahkan Portugal dengan tujuh kali laga tidak sekali pun mengalami kekalahan dan imbang.

Dalam pertandingan ini wasit mengganjar kartu kuning kepada pemain pengganti Austria L.Husic pada menit ke-70, setelah sebelumnya pemain Portugal B. Lima diganjar kartu yang sama pada menit ke-40. Minimnya kartu kuning yang keluar dari kantong wasit

Portugal yang sempat sedikit tertatih dari bawah, tidak terbayangkan akan meraih juara karena di grup B tim Matador ini hanya menempati peringkat II dengan poin 6 di bawah Jepang yang memuncaki klasemen dan mengoleksi nilai sempurna, 9, pada babak 32 besar. Portugal kalah atas Jepang 1-2 pada babap penyisihan grup.

BACA JUGA:  Miris dan Ironis

Namun rekor produktivitas Portugal termasuk tim yang subur menghasilkan gol, dengan 23 gol dan kemasukan 4 gol.

Pencapaian ini tiga dekade Portugal menunggu, setelah prestasi terbaik sebagai juara III pada persehalatan serupa di Skotlandia pada tahun 1989. Ketika itu, juara diraih Arab Saudi yang menjadi satu-satunya negara Asia yang merebut gelar ini hingga kini.

Prestasi ini merupakan wujud penantian panjang “Selecao das Quinas” (tim nasional yang mewakili Portugal).

Di perdelapan final Portugal membantai Meksiko dengan angka telak 5-0. Sedangkan pada perempat final, Portugal menghempaskan Swiss 2-0. Pada partai semifinal, Portugal yang ditukangi Bino Macaes tersebut, menang 6-5 atas Brasil dalam drama adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 90 menit plus tambahan waktu.

Austria yang dilatih H.Stadler ini selain harus puas sebagai runner up. Pencapaian ini merupakan prestasi terbaik yang diraih Autria dalam perhelatan Piala Dunia U-17 selama ini.

Kali ini, Austria juga sebagai pencetak gol terbanyak atas nama Johannes Moser yang mengoleksi 8 gol, disusul Anisio Cabral (Portugal) dengan 7 gol dan Dell (Brasil). Hasan Deshisku (Austria), Ismail El Aoud (Maroko), Jose Neto dan Mateus Mide (Portugal), Ndjicoura Bimba (Mali), Reigan Heskey (Inggris), Rene Mitongo (Belgia), Samuele Inacio (Italia), Vit Strkon (Republik Ceko), Yu-jin Kim (Korea Utara) dan Ziyad Baha (Maroko) masing-masing mencetak 4 gol.

BACA JUGA:  Belanda Amankan 3 Poin Setelah Taklukkan Polandia

Presiden FIFA asal Swiss, Gianni Infantino yang berusia 55 tahun, menyerahkan trofi juara kepada tim Portugal, disaksikan para pendukung sang juara dengan wajah berseri-seri dan tim Austria yang tampak sendu.

Dalam sejarahnya, Nigeria termasuk raksasa sepak bola Afrika yang berhasil meraih gelar terbanyak piala ini, lima kali, yakni pada tahun 2995, 1993, 2007, 2013, dan 2015.

Disusul Brasil empat kali, yakni pada tahun 1997, 1999, 2003, dan 2019. Ketika Indonesia tuan rumah pada tahun 2023, Jerman merebut juara untuk pertama kalinya. Di Qatar Jerman malah dihempaskan Burkina Faso saat hendak melangkah ke babak per delapan final. (*).