Peraih Nobel Sastra (1949), National Book Award (1951; 1955), dan penghargaan Pulitzer untuk fiksi (1955; 1963), yang terkenal lewat karyanya The Sound and the Fury (1929) dan As I Lay Dying (1930) ini, hendak mengingatkan kita bahwa arsip membuat sejarah tetap hidup dan relevan dengan masa kini. (*)












