News  

Warga Kolaka Mengikat Simpul Persaudaraan di Makassar 

“Hajat ini lebih dari sekadar temu kangen, melainkan cara kita mengikat kembali simpul batin yang mungkin sempat renggang. Sejauh apa pun kita melangkah dari kampung halaman dan setinggi apa pun jabatan yang digenggam, persaudaraan tetap menjadi yang utama. Saya ingin melihat kita semua semakin giat menjalin komunikasi,” lanjut Prof. Syamsul Bahri menutup pesannya.

Harapan untuk keberlanjutan organisasi juga datang dari Penasehat KKIK, Prof. Syahrir Malongi. Ia menyarankan agar pola pertemuan dibuat lebih rutin, minimal sebulan sekali, melalui aktivitas seperti arisan keluarga. Menurutnya, pertemuan berkala adalah kunci agar nyala api persaudaraan tetap terjaga dan tidak padam ditelan kesibukan masing-masing.

Acara yang turut dihadiri tokoh pengusaha Sulawesi Selatan sekaligus Penasehat KKIK, H. Bahar Ngitung, ini semakin lengkap dengan siraman rohani dari Ustadz Drs. H. Agung Wirawan, M.Si. Kemeriahan pun pecah saat sesi hiburan musik menggema di ruangan, sebelum akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama serta jabat tangan hangat sebagai simbol kekeluargaan yang abadi. (*)

BACA JUGA:  Pengurus IKA BPRMI Sulsel akan Dilantik, Sejumlah Agenda Menanti