News  

Sekolah Tanpa Warna: Dari Pedalaman Kalimantan Timur Musakkir Basri Merawat Harapan Pendidikan

Harapan itu terasa sederhana, tetapi menyimpan makna yang luas. Rumah buku bukan sekadar tempat menyimpan dan membaca buku. Ia dapat menjadi ruang perjumpaan, tempat anak-anak mengenal dunia yang lebih luas, sekaligus tempat tumbuhnya keyakinan bahwa masa depan tidak seharusnya dibatasi oleh keadaan hari ini.

Kini, melalui penerbitan Sekolah Tanpa Warna oleh KALIPUSTAKA, catatan perjalanan dari pedalaman Kalimantan Timur itu menemukan jalan untuk menjangkau pembaca yang lebih luas. Penulis berharap buku ini dapat menjadi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang tumbuh dari sekolah-sekolah pedalaman. Sementara itu, penerbit berharap buku tersebut mendapat sambutan baik dan menemani perjalanan para pembacanya.

Pada akhirnya, Sekolah Tanpa Warna mengingatkan kita bahwa sekolah tidak pernah semata-mata diukur dari megahnya bangunan. Ada ukuran lain yang jauh lebih penting: seberapa besar harapan yang tumbuh di dalamnya, seberapa luas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak, dan seberapa sungguh-sungguh pendidikan memperlakukan setiap manusia sebagai manusia.

Sebab, di tengah hutan sekalipun, harapan tetap menemukan tempat untuk tumbuh. Dan selama masih ada guru yang bersedia mengajar serta anak-anak yang percaya pada masa depan, pendidikan belum kehilangan jalannya.

BACA JUGA:  Kinerja Solid 2025 Adira Finance Perkuat Langkah Temani Ramadan Masyarakat