Inovasi layanan ini sengaja dihadirkan demi memangkas birokrasi perpanjangan kartu sekaligus merapikan pusat data keanggotaan. Terkait urusan kocek, biaya perpanjangan kartu tetap merujuk pada regulasi PWI Pusat, yakni di kisaran Rp50 ribu saja.
Bentuk Koperasi IKWI
Sadar organisasi tak melulu soal administrasi, duet kepengurusan baru ini juga merancang program konkret yang menyentuh dapur para anggotanya. Lewat divisi kesejahteraan, PWI Sulsel berambisi mendirikan koperasi serba usaha yang digerakkan bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).
Koperasi yang membidik sektor pangan ini nantinya diproyeksikan menjalin kemitraan strategis dengan Bulog, demi menjamin ketersediaan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih miring bagi anggota dan keluarga wartawan.
“PWI punya komitmen pada sektor kesejahteraan. Makanya, kami mendorong lahirnya koperasi pangan bersama IKWI, dan penjajakan kerja sama dengan Bulog akan segera kita lakukan,” tutur ST, yang saat ini juga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Humas dan Media Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Merespons kilatnya arus teknologi informasi saat ini, PWI Sulsel juga bertekad membenahi ekosistem digital internal mereka. Menjawab kritik tajam terkait mati surinya situs resmi PWI Sulsel selama ini, Suwardi menggaransi bahwa revitalisasi platform digital menjadi agenda yang tidak bisa ditawar lagi.
“Kami akan menggenjot pelatihan digital bagi anggota sekaligus menghidupkan kembali website PWI Sulsel agar performanya lebih lincah dan informatif. Di era digital ini, organisasi harus tampil terdepan dan adaptif,” pungkasnya menutup pembicaraan. (*)













