Sidrap, NusantaraInsight — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan bertemakan *Ecoprint* sebagai bentuk edukasi lingkungan dan pengembangan kreativitas bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini berlangsung di Sekolah Dasar (SD) 2 Lawawoi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, dan diikuti oleh 25 siswa, (Senin 27/7).
Pemateri sekaligus penanggung jawab program Atas Nama Sinta Amelia Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Jurusan Biologi menjelaskan bahwa Ecoprint merupakan teknik mencetak motif atau gambar pada media seperti kain dengan memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alam lainnya sebagai bahan pewarna dan cetakan. Mahasiswa KKN-T mengenalkan konsep dasar ecoprint, manfaatnya bagi lingkungan, serta tahapan pembuatannya mulai dari pemilihan daun, penataan pola, hingga proses pemukulan (pounding) agar pigmen daun menempel pada media.
“Ecoprint mengajarkan anak-anak untuk lebih dekat dan peduli terhadap alam, sekaligus melatih kreativitas mereka menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Kami ingin siswa memahami bahwa keindahan bisa diciptakan tanpa merusak alam,” ujar Sinta mahasiswa KKN-T.
Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengumpulkan dedaunan dan bunga di sekitar lingkungan sekolah, kemudian mempraktikkan langsung teknik ecoprint pada media kain yang telah disiapkan. Mahasiswa mendampingi setiap kelompok siswa, mulai dari proses penataan daun di atas kain, pelapisan dengan plastik, hingga tahap pemukulan menggunakan palu kayu agar warna dan bentuk daun tercetak sempurna.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak dari mereka yang baru pertama kali mengenal teknik ecoprint dan merasa senang dapat menghasilkan karya sendiri dari bahan-bahan alam yang mereka kumpulkan.
Setelah sesi praktik, mahasiswa melakukan sesi Foto bersama dan diskusi ringan mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Mahasiswa juga menjelaskan bagaimana keterampilan ecoprint dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk bernilai ekonomis, seperti tas, taplak, atau pakaian.
Kepala Sekolah SD 2 Lawawoi serta Guru guru disekolah turut mengapresiasi kegiatan tersebut. ” Kami menyambut baik program KKN-T Unhas ini karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat, tidak hanya bagi siswa tetapi juga bagi lingkungan sekolah kami,” ungkapnya.
Di akhir kegiatan, mahasiswa KKN-T mengajak seluruh siswa untuk terus melestarikan lingkungan dan mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan bahan alam secara berkelanjutan.


br
br
br






br
br






br