Sementara GATI mendorong semakin kuatnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan anak.
GENRE dan PIK-R menjadi sarana pembekalan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, sedangkan SIDAYA diarahkan agar kelompok lanjut usia tetap sehat, aktif dan produktif.
KKI Jadi Lumbung Pikir Kependudukan
Ke depan, KKI Sulsel diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai lumbung pikir atau think tank dalam pembangunan berwawasan kependudukan.
Organisasi tersebut menjadi ruang berhimpun akademisi, pakar, praktisi dan elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap persoalan penduduk dan pembangunan.
KKI juga diharapkan dapat memberikan kajian dan rekomendasi agar kebijakan pembangunan pemerintah semakin mempertimbangkan data, struktur dan dinamika kependudukan.
Perannya mencakup advokasi pembangunan berwawasan kependudukan, penyusunan rekomendasi kebijakan, penguatan partisipasi masyarakat hingga publikasi informasi dan kajian kependudukan.
Dengan posisi tersebut, KKI tidak hanya menjadi mitra pemerintah dalam menyosialisasikan program, tetapi juga diharapkan memberikan masukan kritis berbasis kajian terhadap kebijakan kependudukan.
Gandeng Perguruan Tinggi dan Generasi Muda
Dr. Nur Riswandy Marsuki mengatakan keterlibatan berbagai unsur dalam Musda menunjukkan persoalan kependudukan tidak dapat ditangani satu lembaga saja.
Selain utusan KKI dari 17 kabupaten dan kota, panitia mengundang Koalisi Muda Kependudukan, perguruan tinggi yang memiliki perhatian terhadap kajian kependudukan dan kemasyarakatan serta organisasi pemuda.
Keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting terutama dalam menyediakan kajian akademik dan data sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Sementara generasi muda diperlukan untuk memastikan isu kependudukan tidak hanya dibicarakan oleh generasi sebelumnya, tetapi juga menjadi perhatian kelompok yang akan menghadapi langsung perubahan struktur penduduk pada masa mendatang.
Terpilihnya kembali Prof Tahir Kasnawi untuk periode 2026–2031 sekaligus menempatkan agenda konsolidasi KKI kabupaten dan kota, penguatan kolaborasi dengan pemerintah, BKKBN dan BPS, serta kontribusi terhadap peta jalan kependudukan sebagai sejumlah pekerjaan yang akan dihadapi kepengurusan baru.












