Maka, sebagaimana diisyaratkan Prof. Dr. Mardi Armin, bahasa akan tetap menjadi cahaya selama ia berjangkar pada transendensi dan berlayar dengan iman. Ketika dua jangkar itu dilepaskan, kata-kata kehilangan ruhnya; ia tetap terdengar, tetapi tidak lagi menghidupkan. Sebaliknya, ketika keduanya menyatu, kata tidak sebatas menjadi rangkaian bunyi, melainkan menjelma menjadi kekuatan yang mengubah manusia, membangun peradaban, dan mengantarkan jiwa kembali kepada Tuhan.
Prof. Mardi: Ketika Kata Menjadi Mantra Karya Rahman Rumaday, Manifesto Bahasa yang Berjangkar di Langit
br
br
Rekomendasi untuk kamu

Pada akhirnya, perayaan 65 tahun IKWI tidak hanya menjadi wadah pelepas rindu bagi keluarga besar insan pers, tetapi juga mempertegas komitmen organisasi dalam merawat kebudayaan bangsa, mempererat jalinan solidaritas, serta…

Seperti biasa diskusi ini dihadiri oleh peserta dari beragam kelompok, dari Aparatur Sipil Negara, Aktivis Lingkungan, Akademisi, Mahasiswa dan pelaku usaha UMKM (why). Berita Terkait HUT ke-65 IKWI : Memperkuat…

Ia juga berharap kolaborasi antara komunitas literasi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar budaya membaca dan menulis semakin tumbuh di tengah kehidupan masyarakat seperti yang dilakukan Komunitas…

Rencananya pekan ini akan bertemu pimpinan universitas, tempat Dr. Zul aktif sebagai dosen, menyampaikan pengangkatan dirinya dalam manajemen NHI. “Saya kira tak ada masalah, karena prinsip kerja kami sama, yakni…

Melalui standarisasi penilaian yang komprehensif tersebut, Seven Media Asia selaku penyelenggara menegaskan bahwa apresiasi ini diberikan khusus kepada para kepala daerah, instansi, serta tokoh publik yang terbukti memiliki ‘legacy’ kuat….


br
br







br