Maka, sebagaimana diisyaratkan Prof. Dr. Mardi Armin, bahasa akan tetap menjadi cahaya selama ia berjangkar pada transendensi dan berlayar dengan iman. Ketika dua jangkar itu dilepaskan, kata-kata kehilangan ruhnya; ia tetap terdengar, tetapi tidak lagi menghidupkan. Sebaliknya, ketika keduanya menyatu, kata tidak sebatas menjadi rangkaian bunyi, melainkan menjelma menjadi kekuatan yang mengubah manusia, membangun peradaban, dan mengantarkan jiwa kembali kepada Tuhan.
Prof. Mardi: Ketika Kata Menjadi Mantra Karya Rahman Rumaday, Manifesto Bahasa yang Berjangkar di Langit
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Melalui sinergi bersama BPRS Harum Hikmahnugraha, JARDY berharap dapat membangun mata rantai pelayanan yang semakin kuat antara persiapan jamaah, perjalanan ibadah, perencanaan keuangan, pelayanan, dan ekonomi syariah. Bagi kedua perusahaan,…

Semarang , NusantaraInsight -– Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum, menghadiri gelaran Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 yang…

“Informasi dari Pak GM bahwa BBM cukup. Artinya, manajemennya, manajerial yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan persoalannya,” ujar Appi. Untuk memastikan pengaturan berjalan efektif, Appi juga meminta keterlibatan aparat keamanan….

Makassar, NusantaraInsight — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjamu pemain, pelatih dan manajemen PSM Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (12/09/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum…

Panitia Matangkan Persiapan Kepanitiaan Ta’aruf FISIP Unismuh Makassar 2026 dipimpin Dr Nurwahid, S.Sos., M.Si. sebagai ketua, Abdul Gafur, S.Sos., M.AP. sebagai sekretaris, dan Nurbiah Tahir, S.Sos., M.AP. sebagai bendahara. Dekan…







