“Apakah Anda bersedia memimpin AMDA Indonesia”,” ujar Suganami, kemudian mengatakan, Prof.Husni hanya menjawab satu kata. ”Yes”, tanpa pertanyaan tentang siapa yang mengajaknya berbicara. Juga apa itu AMDA.
“Saya mengucapkan terima kasih yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam kepada Prof. Husni,” ujar Suganami.
Suganami mengatakan, filosofi AMDA adalah “Sugo Fujo” yang berarti semangat saling membantu. Filosofi ini juga mencakup bantuan timbal balik atau gotong royong AMDA. Bantuan kemanusiaan bukanlah sekadar hubungan searah antara sponsor dan penerima, melainkan sebuah komitmen sejati yang didasari rasa hormat dan kepercayaan (trust) satu sama lain (true partnership led by respect and trust).
Prof. Dr.Irawan Yusuf, Ph.D. pada kesempatan itu melaporkan kegiatan yang dilaksanakan AMDA Internasional antara tahun 2024-2026. Dia menjelaskan, AMDA telah berpartisipasi mengirimkan bantuan kemanusiaan ke beberapa negara, yakni memberikan bantuan ke wilayah bencana di Afganistan, Venezuela, Nepal, Filipina, dan Indonesia.
“Khusus di Indonesia, AMDA terjun memberikan bantuan kemanusiaan pada bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra bekerja sama dengan UMI Makassar dan pemerintah daerah setempat,” ujar mantan Dekan Fakultas Kedokteran Unhas tersebut. (mda).












