News  

Pemerintahan dan Pembangunan Bagaikan Dua Sisi Uang Logam

Makassar, NusantaraInsight — Pakar pembangunan dan ekonomi Drs.Abdul Maddjid Sallattu, M.A. menegaskan, pemerintahan dan pembangunan itu adalah dua sisi uang logam. Madjid yang alumni Fakultas Ekonomi selama bertugas sebagai Wakil Kepala Bappeda Sulsel, tidak lagi banyak berbicara tentang pembangunan ekonomi, disiplin ilmunya. Dia lebih senang berbicara tentang pembangunan dan pemerintahan.

“Pembangunan yang dijiwai oleh pemerintahan dan pemerintahan yang disemangati oleh pembangunan,” kata A.Madjid Sallatu mengungkapkan formula konsep berpikirnya saat peluncuran dan diskusi buku “Kepemerintahan yang Baik,” karya Prof.Dr. Aminuddin Ilmar, S.H.,M.H. di Red Corner Cafe Makassar, Jl.Yusuf Daeng Awing, Senin (25/5/2026).

Selain A.Madjid Sallatu, diskusi yang dipandu Dr.Rahmat Muhammad, M.Si. itu, juga menampilkan penanggap lain, Sekretaris Provinsi Sulsel Dr.Drs. Jufri Rahman, M.Si., dan Dr. Andi Lukman, M.Si, (Ketua Departemen Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas). Tampak hadir sejumlah praktisi birokrasi, Rektor Institut Ilmu Sosial Biak, Dr,Harmanu Iriawan, S.E.,M.Si. tokoh perempuan Sulsel Dr.Sakka Patti, S.H.,M.H., Emma Husain, S.H. dan sejumlah undangan lainnya.

Menurut Madjid Sallatu, dalam dunia nyata, pemerintahan dan pembangunan berikut jiwa dan semangat itu, adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa berdiri sendiri. Kita tidak bisa melepaskan berbicara tentang pemerintahan tanpa terkait pembangunan. Demikian pun sebaliknya.

BACA JUGA:  LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di 5 Kabupaten Sulawesi Selatan

Pemerintahan dan pembangunan bukan elemen dari kehidupan, melainkan unsur. H20, adalah air. Tidak akan pernah ada air kalau H atau O tidak ada. Itulah unsur yang dimaksud. Di dalam kehidupan masyarakat, tidak akan pernah ada kehidupan masyarakat tanpa pemerintahan.

Di dalam buku Prof. Ilmar, Madjid menemukan, pada bab III halaman 48, mengutip Bank Dunia, yang menyebutkan, konsep “Good Governance” (GG), itu tidak lain dari penyelenggaraan manajemen kepemimpinan dan juga manajemen pembangunan. Diharapkan, penyelenggaraan pembangunan dengan manajemen pembangunan dapat tercipta sinkronisasi pemerintahan.

Pertanyaan sekarang, lalu bagaimana dengan manajemen pemerintahan? Apakah ada ‘tools” (peralatan) dalam manajemen pemerintahan. Di dalam manajemen pemerintahan, orang bisa ahli dalam segala bidang, namun ada faktor yang menentukan yakni yang disebut dimensi seni.

“Sayangnya, dimensi seni itu terkait dengan ‘jam terbang’. Pengalaman. Pada saat di Bappeda dulu, saya pertemukan fungsi pemerintahan dan fungsi pembangunan karena kinerja dalam pembangunan dan pemerintahan itu adalah produk keterintegrasian,” ungkap Madjid Sallatu.