Ridwan Mappa sebagai Konsultan Disabilitas, Rahmat Mustamin selaku kurator, dan mentor duaa orang, Alif Aflah Yafie dan Ari Nugraha.
Muh. Firmansyah, S.Ds, Penanggung Jawab Program Workshop Incremental Art Experience: Tumbuh Bersama Seni Lewat Rasa dan Karya, di hadapan peserta mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mengenalkan budaya daerah melalui karya seni yang inklusif dan aksesibel agar dapat melibatkan semua orang tanpa terkecuali.
Firmansyah menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian program KARYA CERIA sebagai ruang kolaborasi dalam mengenalkan budaya Sirik na Pacce melalui pameran seni media yang melibatkan kolaborator disabilitas Makassar dalam ruang yang inklusif dan aksesibel.
Program ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan pada bidang Penciptaan Karya Kreatif Inovatif 2025.
Puncak dari kegiatan pameran seni media inklusif, jelas Firmansyah, akan menampilkan karya kolaboratif dari ragam disabilitas, sebagai representasi pengalaman, pemahaman, dan ekspresi mereka terhadap budaya Sirik na Pacce.
Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta representasi yang otentik dari kelompok disabilitas terhadap nilai budaya lokal, peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri peserta disabilitas dalam berkesenian.
Kegiatan pameran seni media yang inklusif pertama di Makassar ini melibatkan disabilitas sebagai seniman utama, bukan hanya sebagai objek kegiatan. Juga sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sosial yang lebih luas di kalangan masyarakat tentang pentingnya inklusi budaya dan hak berekspresi bagi semua. (*)













