Sebelum menutup komentarnya, dai kondang kelahiran Takalar ini menegaskan, donasi kepada mereka yang menutuhkan adalah cermin yang memantulkan wajah kemanusiaan.
“Ibarat menyerahkan makanan, donasi karena Allah tidak sekadar menyerahkan bantuan, bukan pula hanya memberi makan perut, tetapi memuji martabat. Malah, menyerahkan donasi dengan cara membungkuk, bukan karena merasa lebih rendah, tetapi karena tahu bahwa kemanusiaan sejati tumbuh di ruang-ruang rendah hati,” tutup ATM.












