“Pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi dari bagaimana masyarakat merasa mudah mengakses layanan, merasa aman, nyaman, dan diperlakukan setara. Karena itu, kualitas fasilitas umum juga perlu dirancang dengan perspektif pelayanan,” kata Ismu.
Bupati Luwu Timur menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan Ombudsman Sulsel. Di akhir pertemuan, kedua pihak juga melakukan koordinasi teknis terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan PVL OTS yang akan dilaksanakan di Desa Sorowako, Luwu Timur. Sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan OPD teknis lainnya dipastikan terlibat untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka antara Ombudsman dan pemerintah daerah, sekaligus memastikan pelayanan publik berjalan tidak hanya secara administratif, tetapi benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.













