News  

Mengakar pada Kearifan, Berkibar dengan Ilmu Pengetahuan, Jadi Tema Haul ke-8 Andi Mustari Pide

Namun ketika orang tua telah tiada, maka kita menyadari bahwa banyak pertanyaan harus kita jawab sendiri dengan nilai-nilai yang dahulu almarhum tanamkan.

Kalimat-kalimat reflektif lantas dikemukakan oleh penggiat kebudayaan tersebut.

Katanya, setiap kali kita menghadapi persoalan, yang bisa kita lakukan, adalah bertanya dalam hati, apakah keputusan ini menjaga amanah yang almarhum titipkan? Apakah langkah ini memperbesar manfaat bagi sekitar?

Dilanjutkan, yang paling penting, kata dia, apakah keputusan ini kelak dapat kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT?

“Barangkali itulah cara terbaik untuk tetap berdialog dengan seorang ayah yang telah mendahului kita. Bukan dengan menghadirkan kembali masa lalu, tetapi dengan menghadirkan nilai-nilainya dalam setiap keputusan kita hari ini,” tandasnya.

Prof Rury kemudian mengajukan pertanyaan, seandainya, suatu hari nanti generasi setelah kita bertanya, “Apa yang kalian lakukan setelah pendiri berpulang?”

“Semoga saya dapat menjawab bahwa saya tidak membiarkan perjuangannya berhenti. Saya merawatnya, melestraikannya, mengembangkannya, dan mewariskannya dalam bentuk yang lebih baik kepada generasi berikutnya,” katanya dengan suara bergetar, menahan haru.

BACA JUGA:  Hari ini, TVRI Sulsel Siarkan Program Perdana Pappaseng Ri Elompugi

Prof Suriyaman Mustari Pide berharap, semoga ikhtiarnya itu menjadi bentuk bakti terbaik seorang anak kepada orang tuanya. Bukan sekadar memasang nama beliau di sebuah tempat. Namun membuat cita-cita almarhum ayahnya, Andi Mustari Pide, terus hidup melalui karya dan pengabdian.

Haul ke-8 ini dihadiri berbagai kalangan, antara lain Kapolsek Mario Riwawo dan Danramil Marioriwawo. Juga ibu-ibu dari majelis taklim, teman-teman SMP Prof Rury, dan teman kuliah angkatan 87 Fakultas Hukum Unhas.

Doa dan lantunan ayat suci Al-Qur’an mewarnai sepanjang acara haul. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an, di awal acara, oleh Dra Wahidah, dan pembacaan surah Yasin oleh Hj.Samsu Duha, S.Sos. Sementara ceramah agama dan doa oleh dibawakan oleh Dr. HM Sabir, S, Ag, M.Sos.I.

Keesokan harinya, datang pula sekira 500 murid-murid spiritual Andi Mustari Pide ke makamnya, untuk berziarah dan memanjatkan doa kepada almarhum. Mereka datang menumpangi bus dan berbagai jenis kendaraan pribadi. (*)