Curahan Hati Sang Inisiator
Suasana haru sekaligus jujur menyeruak saat DR. Leonard Eben Ezer Simanjuntak naik ke mimbar. Di balik suksesnya Haul Akbar ke-3 ini, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel itu tidak bisa menyembunyikan rasa sedih dan kecewanya terhadap mantan instansinya di daerah.
Dengan nada suara yang dalam, Leo menyayangkan tidak adanya jajaran Kejaksaan Tinggi Sulsel yang ikut terlibat atau hadir dalam haul tahun ini.
”Jangan karena saya tidak lagi jadi Kajati Sulsel, sudah tidak ada yang mau dengar,” tumpah rasa kecewa Leo di hadapan ribuan jamaah.
Namun, kekecewaan itu tenggelam oleh besarnya rasa cinta Leo pada tanah Daeng. “Saya bukan orang Sulsel, tapi saya cinta Sulsel,” ucapnya disambut tepuk tangan jamaah.
Leo kemudian mengenang momen awal mula tercetusnya gagasan Haul Akbar ini. Kala itu, selepas berziarah dan keluar dari kompleks makam bersama rekannya, Chandra, ia menatap bulan purnama yang begitu terang. “Gimana kalau kita bikin haul?” bisik Leo saat itu. Ide yang sempat membuat orang lain bingung—karena belum pernah ada yang melaksanakannya di Gowa—kini telah menjelma menjadi tradisi besar.
Sambil diiringi gemuruh Rampak Bedug dari tim Marawis Barombong, Leo menyampaikan refleksi mendalamnya:
Bukan Sekadar Agenda Seremonial
“Haul ini bukan sekadar mengenang Syekh Yusuf, tapi silaturahmi. Haul jangan formal, tidak perlu undang pejabat. Di Jawa, para pejabat tidak diundang, mereka datang karena merasa memiliki. Haul bukan agenda tahunan, tapi gerakan yang tertata dari Gowa untuk Indonesia.”
Pesan untuk Korps Adhyaksa
“Syekh Yusuf mengajarkan perjuangan berbasis akhlak. Ilmu bisa dicapai, tapi akhlak susah. Kedepan, tidak ada lagi jaksa korup!”
Cinta Budaya Lokal
Leo sempat menyentil soal pembangunan di Sulsel. “Masjid di Sulsel harus digambar oleh orang Sulsel. Saya sedih melihat Masjid 99 Kubah karena didesain oleh orang luar. Pejuang besar harus dijaga dengan hati.”
Rencana Masa Pensiun
Mengingat jejak Syekh Yusuf di Afrika Selatan, Leo mengungkapkan impian pribadinya. Jika kelak pensiun, ia ingin terbang ke Afrika Selatan dan mengabdikan dirinya untuk membantu siapa saja yang membutuhkan.
Cinta yang Mengakar
Leo mengungkapkan sebuah pertanyaan yang pernah ditanyakan padanya tentang kehidupan kedua. “Jika ada kehidupan kedua dan saya ditanya mau jadi apa, saya mau jadi orang Sulsel, karena saya sangat cinta Sulsel.”
Di akhir arahannya, Leo menyampaikan harapan besar agar Haul Akbar Syekh Yusuf ini dapat dijadikan Peraturan Daerah (Perda) dan ditetapkan sebagai hari libur resmi daerah, agar seluruh masyarakat dapat merayakan warisan sang wali.


br
br
br






br
br






br