“Saya secara pribadi sangat mendukung agar bahasa ibu, khususnya bahasa Toraja, masuk dalam kurikulum pendidikan formal. Ini bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan daya saing generasi muda. Jika bahasa ibu masuk dalam kurikulum, anak-anak sejak dini bisa memahami dan mencintai akar budayanya tanpa harus kehilangan keterampilan berbahasa global,” pungkasnya.
Dr. Dirk Sandarupa Sosok Dibalik Seminar Nasional Bahasa Ibu
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Tanwir melanjutkan dengan penegasan bahwa strategi perjuangan Bung Hatta tidak bisa dipahami sebagai manuver sesaat. Ia justru dibangun di atas fondasi yang panjang, melalui pendidikan politik, pembentukan kader, dan disiplin…

NusantaraInsight, Makassar — Peranan media terhadap institusi kepolisian khususnya di Polda Sulsel sangat baik. Karenanya, kerjasama saling membantu dedikasi untuk menambah ilmu pengetahuan dalam melaksanakan profesi masing masing merupakan sejarah…

NusantaraInsight, Sidrap – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 terus dimatangkan. Panitia pelaksana menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom yang mempertemukan jajaran pengurus…

NusantaraInsight, Maros – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Maros bersama Ikatan Alumni PMII (IKA-PMII) Maros gelar Halalbihalal dan Silaturrahim di Aula Perpustakaan Daerah Kabupaten Maros. Acara…

NusantaraInsight, Makassar -– Dalam upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia serta mengasah kemahiran teknis jurnalis di Sulawesi Selatan, PWI Sulsel resmi membuka peluang bagi para insan pers, terutama anggotanya, untuk…








