“Saya secara pribadi sangat mendukung agar bahasa ibu, khususnya bahasa Toraja, masuk dalam kurikulum pendidikan formal. Ini bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat identitas lokal dan daya saing generasi muda. Jika bahasa ibu masuk dalam kurikulum, anak-anak sejak dini bisa memahami dan mencintai akar budayanya tanpa harus kehilangan keterampilan berbahasa global,” pungkasnya.
Dr. Dirk Sandarupa Sosok Dibalik Seminar Nasional Bahasa Ibu
Baca Juga
Rekomendasi untuk kamu

Makassar, NusantaraInsight — Komunitas Anak Pelangi (K-apel) berkolaborasi dengan DPW Al-Ittihadiyah Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Sharing Pasar, Ide Budaya dengan tema “Rawat Budayanya, Tumbuhkan Finansialnya” di Kafe Baca, Minggu (31/5/2026)….

Salah satu sesi yang paling menarik adalah forum berbagi pengalaman lapangan antarpraktisi. Berbagai kisah, pembelajaran, dan praktik terbaik disampaikan secara terbuka sehingga menjadi sarana transfer pengetahuan yang sangat berharga bagi…

Maros, NusantaraInsight — Pondok Tahfidz Darus Shalihin yang berlokasi di Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menggelar kegiatan pemotongan hewan kurban. Kamis, 28/5/2026 Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pondok…

Selain peresmian sekretariat, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial alumni FH Unhas dalam momentum Hari Raya Iduladha, tahun 2026. Mantan CEO PSM…

Makassar, NusantaraInsight — Timnas Indonesia U-19 kini siap mengikuti turnamen Piala AFF U19 atau ASEAN U-19 Boys Championship 2026. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 1-13 Juni 2026 di Provinsi Sumatera…








