Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mendorong kepedulian lingkungan sekaligus memperkuat persatuan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting dalam membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam Indonesia.
Sementara itu, Rizky Saparina Utami, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Seksi Konservasi Kawasan Pesisir yang hadir mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan apresiasi atas prakarsa dan kontribusi LDII dalam pelestarian lingkungan pesisir.
“Terima kasih kami ucapkan sebesar-besarnya kepada LDII atas sumbangsihnya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kegiatan ini yang diprakarsai oleh teman-teman di LDII. Kami dari Dinas Kelautan dan Perikanan akan melibatkan LDII dalam kegiatan pelestarian alam lainnya pada waktu-waktu berikutnya,” ungkap Rizky.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung program konservasi kawasan pesisir. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperluas gerakan pelestarian lingkungan serta mendorong keberlanjutan program penanaman dan pemeliharaan mangrove.
Implementasi 3K LDII untuk Pesisir Lestari
Gerakan 3K LDII untuk Pesisir Lestari merupakan implementasi nilai Karya, Kontribusi, dan Komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Karya diwujudkan melalui aksi nyata penanaman lebih dari 1.000 bibit mangrove. Kontribusi ditunjukkan melalui keterlibatan aktif LDII dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, komunikasi diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, yayasan pemerhati lingkungan, serta masyarakat.
Bagi LDII, dakwah tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan lingkungan. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga alam sebagai amanah dan tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan di Taman Wisata Mangrove Lantebung, DPW LDII Sulawesi Selatan berharap semakin banyak pihak tergerak untuk mengambil bagian dalam menjaga ekosistem pesisir. Upaya pelestarian mangrove membutuhkan komitmen berkelanjutan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga perlindungan kawasan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian, gotong royong, dan kolaborasi lintas sektor. Menanam lebih dari 1.000 bibit mangrove menjadi langkah awal, sedangkan merawat dan menjaganya hingga tumbuh lestari merupakan komitmen yang harus terus dilaksanakan bersama.
Dengan semangat “Berkarya, Berkontribusi, dan Bersinergi Menanam Mangrove Demi Masa Depan”, DPW LDII Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam gerakan pelestarian lingkungan serta memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak demi terwujudnya pesisir yang lestari dan masyarakat yang sejahtera.
Gerakan 3K LDII untuk Pesisir Lestari: Berkarya, Berkontribusi, dan Bersinergi Menanam Mangrove Demi Masa Depan.












