Konsep yang dikembangkan tidak sekadar menanam tanaman di kawasan perkotaan, tetapi bagaimana Urban Farming dapat menjadi sebuah ekosistem yang menghubungkan persoalan pangan, sampah, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga edukasi.
Paparan mengenai Urban Farming juga diperkuat oleh Andi Padly, vokalis Padi Reborn, yang dalam kegiatan tersebut hadir dalam kapasitas sebagai Staf Ahli Wali Kota Makassar sekaligus Ketua Pembina Yayasan Butta Porea Indonesia.
Kehadiran Andi Padly melengkapi perspektif mengenai pentingnya membangun gerakan lingkungan yang dapat diterima dan melibatkan masyarakat secara luas. Dan kegiatan ini bisa membuka lapangan pekerjaan bagi kaum milenial.
Menurutnya, persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, gerakan lingkungan perlu dibangun dengan pendekatan yang konkret, sederhana, dan dapat dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Urban Farming, misalnya, dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pangan, pemanfaatan lahan terbatas, pengelolaan sampah, serta pentingnya menjaga lingkungan.
Pada akhir kegiatan, Yayasan Butta Porea Indonesia memberikan 2 judul buku yang diproduksi oleh yayasan Butta Porea Indonesia kepada narasumber, pihak STIEM Bungaya, dan Mapala STIEM Bungaya.
Buku yang diserahkan antara lain “Makassar Urban Farming” serta buku mengenai “Integrasi Urban Farming di Lapas Kelas I Makassar”.
Pemberian buku tersebut menjadi bagian dari upaya Yayasan Butta Porea Indonesia untuk membangun budaya literasi sekaligus mendokumentasikan berbagai praktik yang telah dilakukan dalam pengembangan Urban Farming dan pengelolaan lingkungan.
Buku Makassar Urban Farming sendiri yang ditulis oleh Andi Padly bersama Aslam Katutu merupakan dokumentasi gagasan dan praktik pengembangan pertanian perkotaan yang diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dan berbagai pihak yang ingin mengembangkan program serupa.
Sementara buku Integrasi Urban Farming di Lapas Kelas I Makassar menggambarkan bagaimana konsep Urban Farming dapat dikembangkan dalam lingkungan pemasyarakatan sebagai bagian dari pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. dan telah diaplikasikan di kebun asimilasi dan edukasi di lapas kelas 1 Makassar. Kegiatan ini mendapat penghargaan Khusus dari Dirjen Imipas.
Kegiatan HUT ke-37 Mapala STIEM Bungaya tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan mengenai masa depan lingkungan di Kota Makassar.
Hadir pula Ir Aslam Katutu selaku Pembina Yayasan Urban Farming yang juga merupakan penulis buku, bersama sejumlah anggota Yayasan Butta Porea Indonesia, di antaranya Fahmi- Pakar Budidaya Ayam dan beberapa anggota lainnya.












