Appi mengatakan, BPBD saat ini telah menerapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sehingga penyaluran air bersih dilakukan secara intensif setiap hari.
“Kolaborasi BPBD dengan instansi lain seperti PMI, PDAM, setiap hari lebih dari puluhan titik sudah menyalurkan air bersih ke tengah-tengah warga Kota Makassar setiap harinya,” ungkapnya.
Dikatakan, PDAM juga telah mengerahkan armada tangki air untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah menurunnya ketersediaan air baku.
“PDAM dengan berbagai macam, dengan begitu banyak armada sudah mulai turun ke tengah-tengah masyarakat untuk mengantarkan air melalui truk-truk pengantar air yang mereka miliki,” jelas Appi.
Di tengah kondisi keterbatasan air, Appi menegaskan, bantuan pemerintah harus diprioritaskan kepada warga yang benar-benar terdampak kekeringan, bukan digunakan untuk kepentingan lain.
Ia bahkan meminta jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan melakukan pendataan secara cermat sebelum bantuan air disalurkan.
“Yang kita butuhkan masyarakat yang benar-benar terdampak yang mendapatkan air yang disiapkan oleh pemerintah Kota,” tegasnya.
Appi menjelaskan, persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di satu wilayah atau satu Kecamatan saja.
Hampir seluruh Wilayah di Kota Makassar turut merasakan dampak berkurangnya ketersediaan air.
Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya debit air pada sejumlah sumber air baku yang selama ini menjadi penopang kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Pemkot Makassar tidak hanya mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki sebagai solusi jangka pendek.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih di tingkat permukiman.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah lokasi.
Appi mengatakan, Dinas PU telah membangun SPAM di 18 titik sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi persoalan air bersih.
Ia meminta camat dan lurah aktif mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan pembangunan SPAM baru.
“PU melalui 18 titik SPAM yang dibangun, dan Pak Camat kalau di Kecamatan Makassar membutuhkan pembangunan SPAM, langsung laporkan ke PU dan besok insyaallah akan disurvei untuk dibangun sistem SPAM yang bisa dilaksanakan di tempat ini,” tuturnya.
Menurut Appi, langkah tersebut diperlukan karena persoalan air bersih tidak cukup hanya diselesaikan melalui distribusi tangki air.
Pemerintah Kota menyiapkan infrastruktur yang mampu menjamin ketersediaan air masyarakat dalam jangka panjang.

br
br






br





