TPA Tamangapa Kini Ditata dan Dilengkapi Ranch Sapi, Sampah Organik Jadi Pakan

“Kalau kandangnya di sini, kita bisa pastikan kebutuhannya, termasuk pakannya, tercukupi. Nanti beberapa area makannya di-paving, supaya gampang dibersihkan,” jelas Appi.

Dengan berbagai langkah nyata dilakukan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, perlahan wajah lama TPA mulai ditinggalkan.

Pemkot Makassar mendorong pengelolaan kawasan tersebut menuju sistem yang lebih tertata dan mengarah pada konsep sanitary landfill.

Pembenahan tidak hanya menyentuh timbunan sampah, tetapi juga sistem pengelolaan air lindi. Tapi, pengolahan air lindi terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi EcoTru dan penambahan unit pengolahan.

Saluran dan alur pengelolaan juga ditata agar air lindi tidak meluap dan berpotensi masuk ke wilayah permukiman masyarakat.

Di area timbunan, sejumlah pipa juga telah dipasang untuk mengalirkan dan mengelola gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan sampah.

Appi mengatakan perubahan tersebut
menjadi bagian penting dalam mengubah pola pengelolaan TPA agar dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar dapat semakin dikendalikan.

“Dulu TPA itu identik dengan sampah berserakan. Sekarang sudah ada penataan. Pada saat pembuangan, air lindi harus kita aman,” katanya.

BACA JUGA:  Jadi Pusat Sekolah Rakyat, Wali Kota Makassar dan Mensos Tinjau Kawasan Untia

Menurutnya, pembenahan TPA tidak bisa hanya mengandalkan perbaikan di lokasi pembuangan akhir.
Pengurangan beban TPA juga harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Karena itu, masyarakat diharapkan untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, terutama memisahkan sampah organik dan anorganik.

“Semakin sedikit sampah yang masuk ke TPA, semakin ringan pula beban sehingga kondisi TPA terlihat tertata,” tutup Appi. (*)