Nostalgia Dari Penyiar Radio hingga Wali Kota, Appi Bagikan Resep Sukses ke Mahasiswa Baru UCM

Makassar, NusantaraInsight — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, memberikan motivasi bagi mahasiswa baru Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) untuk menjadikan masa perkuliahan sebagai ruang membangun kapasitas diri, karakter kepemimpinan, serta jejaring yang bermanfaat bagi masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Appi saat menghadiri kuliah umum bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026 di Universitas Cokroaminoto Makassar, Rabu (16/9/2026).

Di hadapan civitas akademika dan mahasiswa baru 2026, Appi mengatakan masa awal perkuliahan merupakan fase penting dalam menentukan arah perjalanan seseorang ke depan.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan proses pembelajaran di dalam ruang kelas. Pengalaman organisasi, interaksi sosial.

Serta kemampuan membangun networking menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kesiapan menghadapi dunia setelah bangku kuliah.

“Di sinilah letak dasar dari mana mahasiswa baru menentukan ke mana arah yang akan di tempuh, ke mana jalan yang akan kita jalani, dan mau jadi apa kita setelah itu,” kata Appi.

Orang nomor satu Kota Makassar itu mengingatkan mahasiswa baru agar tidak alergi terhadap organisasi kampus.

BACA JUGA:  Camat Se-Makassar Teken Komitmen Basmi Sampah

Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan sekaligus membentuk karakter.

“Leadership ini tidak hanya bisa didapatkan dari bangku kuliah. Salah satu pengalaman itu adalah organisasi, organisasi kampus yang membentuk karakter kepemimpinan,” tuturnya.

“Maka dari itu, anak-anakku sekalian mahasiswa baru, jangan alergi untuk ikut di dalam organisasi-organisasi yang ada di kampus,” lanjut mantan CEO PSM itu.

Selain leadership, Munafri menekankan pentingnya membangun networking sejak mahasiswa. Ia menyebut lingkungan kampus sebagai salah satu tempat strategis untuk memperluas pertemanan, sahabat, akses, dan koneksi yang dapat menjadi modal sosial di masa depan.

“Minimal masuk kuliah ini bertambah teman, bertambah sahabat, bertambah link, bertambah akses untuk memastikan masa depan itu bisa terhubung satu dengan yang lainnya melalui networking yang sudah kita bangun,” imbuh Munafri.

Lebih jau, Ketua IKA FH Unhas itu kemudian membagikan pengalaman pribadinya saat menjalani pendidikan. Ia mengaku mulai membiayai kuliahnya sendiri sejak semester dua dengan bekerja sebagai penyiar radio.

Ia harus membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan hingga akhirnya menyelesaikan pendidikan S1 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dalam waktu enam tahun.

BACA JUGA:  PHRI Sulsel Temui Wali Kota Makassar, Bahas Ini..

Pengalaman tersebut, kata Appi, mengajarkannya bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, membangun relasi, dan mengambil peluang.