Ia juga menceritakan perjalanan kariernya dari dunia usaha hingga dipercaya memimpin sejumlah perusahaan.
“Dengan latar belakang pendidikan hukum, saya harus mempelajari berbagai bidang yang sebelumnya tidak saya kuasai ketika dipercaya menjadi pimpinan perusahaan,” kenang priankelahiran 20 September itu.
Dalam kesempatan tersebut, Appi juga mengajak mahasiswa baru yang datang dari berbagai daerah untuk tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik, tetapi turut memberi kontribusi terhadap kehidupan Kota Makassar.
Dia mengatakan keberadaan mahasiswa ikut memberikan dampak terhadap aktivitas sosial dan ekonomi kota.
Karena itu, mahasiswa yang tinggal di Makassar diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kota tetap tertib, bersih, dan nyaman.
“Saya berharap mahasiswa yang masuk ke Kota Makassar meneruskan berkarya di Makassar. Maka dari itu sangat penting kita jaga secara bersama-sama karena dampak yang dibikin itu sangat baik,” harapnya.
Wali Kota secara khusus menekankan persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah. Ia meminta mahasiswa baru membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari tempat tinggal masing-masing, baik di rumah orang tua maupun kos-kosan, kemudian membawanya ke lingkungan kampus.
“Persoalan sampah tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan kota ini menjadi kota yang bersih, kota yang indah, dan kota yang sehat,” tegasnya.
Appi juga memperkenalkan gagasan mengenai pemerintahan yang tidak berhenti pada tata kelola yang baik, tetapi harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah hadir dengan tujuan memberikan manfaat langsung kepada warga. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai impactful governance atau tata kelola yang memberikan dampak nyata.
“Kami hadir sebagai pemerintah itu ada guna dan tujuannya, dan yang lebih penting lagi bahwa pemerintahan yang kami jalankan harus berdampak langsung dan berdampak nyata kepada masyarakat,” tutup Appi. (*)












