Adapun komoditas unggulan daerah meliputi sektor pertanian seperti kelapa dan kakao, sektor perikanan, serta potensi pertambangan. Potensi sumber daya alam di Majene sebenarnya cukup melimpah.
“Namun kami menyadari bahwa pengelolaannya belum maksimal. Karena itu, kami terus menyusun strategi untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memaksimalkan seluruh sumber-sumber PAD yang ada,” katanya.
Menurut Andi Rita Mariana, sektor pertanian dan perikanan menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Kabupaten Majene. Ke depan, pihaknya juga menargetkan Majene tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi mampu menjadi tujuan persinggahan yang memberikan nilai tambah ekonomi.
“Kami berharap pada tahun 2026, Majene tidak sekadar menjadi kota lintasan. Orang yang melintas diharapkan singgah, beraktivitas, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” tutup dia. (*)












