Terima Kunjungan Pemkab Majene, Munafri Paparkan Program Unggulan Makassar

“Kami bekerja sesuai aturan dan melayani dengan sungguh-sungguh. Penghargaan akan datang dengan sendirinya,” terangnya.

“Dalam 11 bulan terakhir, kami menerima lebih dari 35 penghargaan nasional dan internasional. Yang terpenting, manfaatnya dirasakan oleh 1,4 juta warga Kota Makassar,” pungkasnya.

Sedangkan, Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariana, menyampaikan bahwa kunjungan Pemerintah Kabupaten Majene ke Kota Makassar tidak hanya bertujuan untuk mempererat silaturahmi.

Tetapi juga untuk mempelajari berbagai keunggulan dan strategi pembangunan yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar.

Ia menuturkan, Kota Makassar dinilai berhasil mencatatkan berbagai capaian kinerja dan prestasi, termasuk raihan sejumlah penghargaan di tingkat regional maupun nasional.

“Pertemuan ini penting, karena kami mengetahui bahwa Kota Makassar berhasil meraih banyak prestasi. Kami melihat langsung bagaimana bapak wali kota dan jajaran memperoleh berbagai penghargaan,” ungkapnya.

“Oleh karena itu, kesempatan ini kami manfaatkan untuk melakukan sharing strategi, khususnya terkait kebijakan dan langkah-langkah yang dilakukan sehingga capaian kinerja tersebut dapat diraih,” sambung dia.

Selain agenda silaturahmi dan studi strategis pemerintahan, Andi Rita Mariana mengungkapkan bahwa rombongan Pemkab Majene juga melaksanakan kegiatan retreat selama kurang lebih dua hari di Kota Makassar.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Dorong BUMD Go Digital, Transparan, dan Efisien

Menurutnya, Makassar dipilih karena memiliki daya tarik yang lengkap, baik dari sisi tata kelola pemerintahan, kuliner, hingga potensi pariwisata dan sejarah yang tidak dimiliki daerah lain.

“Kami memilih Kota Makassar karena banyak hal yang bisa kami pelajari dan nikmati di sini. Selain kuliner, Makassar juga menawarkan banyak hal yang tidak kami dapatkan di Kabupaten Majene,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Rita Mariana juga memaparkan gambaran umum Kabupaten Majene. Ia menjelaskan bahwa Majene merupakan salah satu kota tua dan memiliki nilai sejarah sebagai pusat pemerintahan sebelum masa kemerdekaan.

Setelah pemekaran wilayah, Majene ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Barat. Ia menambahkan, berbagai program nasional juga telah dilaksanakan di Kabupaten Majene, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, serta pembangunan Kampung Nelayan yang saat ini masih dalam proses.

Selain itu, layanan SPB telah aktif di sekitar 16 titik untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Secara geografis, Kabupaten Majene merupakan kabupaten dengan luas wilayah relatif kecil, sekitar 900 kilometer persegi, dengan panjang garis pantai mencapai 125 kilometer.