Prioritas Masyarakat Akses BBM di SPBU, Appi Usulkan Pengaturan Waktu Khusus Bagi Truk dan Bus

Karena itu, Appi menekankan bahwa pemerintah bersama Pertamina harus memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terlayani tanpa mengorbankan kelompok pengguna lainnya.

“Masyarakat itu tidak boleh dikorbankan, sehingga butuh kolaborasi agar penanganan ini masalah cepat dapat jalan keluar,” tegasnya.

Selain pengaturan waktu antrean, Appi juga mendorong optimalisasi seluruh SPBU yang ada di Makassar. Setiap mesin Nozzle yang tersedia diminta diaktifkan, sementara seluruh operator juga harus bekerja secara maksimal.

Jika persoalan antrean terjadi karena keterbatasan tenaga operator, Appi bahkan membuka opsi pelibatan sumber daya pemerintah kota untuk membantu setelah melalui pelatihan singkat.

Appi juga mendorong agar SPBU dapat beroperasi secara optimal selama 24 jam sehingga antrean tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.

Menurutnya, berdasarkan penjelasan Pertamina, persoalan yang terjadi saat ini bukan semata-mata karena stok BBM yang langka, tetapi juga berkaitan dengan pola pengelolaan dan pelayanan di lapangan.

“Informasi dari Pak GM bahwa BBM cukup. Artinya, manajemennya, manajerial yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan persoalannya,” ujar Appi.

BACA JUGA:  Pemkot Makassar Masih Terapkan Moratorium Mutasi ASN

Untuk memastikan pengaturan berjalan efektif, Appi juga meminta keterlibatan aparat keamanan. Polisi dan TNI diharapkan bersama-sama mengawal pengaturan antrean, terutama jika kendaraan besar diarahkan mengantre pada malam hingga dini hari.

Satgas penanganan persoalan BBM yang telah dibentuk juga akan dioptimalkan dengan melibatkan Pemerintah Kota Makassar.

“Kami pemerintah kota akan siap support ini untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terhadap kebutuhan bahan bakar ini bisa cepat terselesaikan,” pungkasnya. (*)