Dengan mengedepankan LONTARA+ sebagai tulang punggung layanan, Pemerintah Kota Makassar, tidak hanya menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang modern.
Tetapi juga membangun fondasi ekosistem pendidikan berbasis digital yang berkeadilan dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Jadi, Ini adalah sistem terintegrasi yang memungkinkan orang tua siswa memantau seluruh proses secara terbuka, transparan, dan akuntabel sejak awal pendaftaran,” tambah Achi.
Dia menjelaskan, melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengetahui secara langsung posisi pendaftaran, perkembangan proses seleksi.
Dan peringkat berdasarkan jalur yang dipilih, seperti jalur domisili, seluruh informasi tersebut dapat diakses secara real-time hanya melalui telepon genggam.
Misalnya, orang tua bisa melihat sudah sampai di tahap mana prosesnya, bagaimana peringkat anaknya di jalur domisili, semuanya terlihat jelas.
“Ini bagian dari keterbukaan informasi publik yang ingin kita wujudkan,” jelas mantan Kadis DP3A Kota Makassar itu.
Tak hanya itu, Achi menyampaikan program baru ini, sebagai kabar gembira bagi masyarakat bahwa seluruh informasi terkait pelaksanaan SPMB 2026 kini dapat diakses secara menyeluruh, baik melalui situs resmi maupun aplikasi LONTARA+.
Sistem full online ini memungkinkan orang tua dan calon peserta didik memperoleh informasi lengkap mulai dari tata cara dan persyaratan pendaftaran, jadwal pelaksanaan, alur dan jalur seleksi, hingga daftar sekolah yang tersedia.
Bahkan, hasil pengumuman penerimaan murid dapat dipantau secara langsung dan transparan melalui sistem tersebut, tanpa harus datang ke sekolah tujuan.
“Dengan sistem ini, semua informasi terbuka. Orang tua tidak perlu lagi bingung atau khawatir karena seluruh proses bisa dipantau dari awal hingga pengumuman,” ungkapnya.
Lebih jauh, Achi menegaskan bahwa kehadiran LONTARA+ juga menjadi solusi atas berbagai kendala teknis yang pernah terjadi pada pelaksanaan sebelumnya, seperti gangguan server akibat tingginya akses secara bersamaan.
Tahun ini pihaknya sudah mengantisipasi, dimana masing-masing jenjang, baik PAUD, SD, maupun SMP memiliki server tersendiri.
“Jadi masyarakat tidak perlu cemas karena sistem ini dirancang untuk lebih stabil dan memberikan kepastian layanan,” imbuh dia.
Dengan sistem yang semakin terintegrasi dan berbasis digital, Pemerintah Kota Makassar berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib, adil, dan bebas dari kendala teknis maupun potensi praktik yang tidak transparan.
Terkait jadwal pelaksanaan, Achi memastikan bahwa seluruh tahapan SPMB telah disusun dan dapat diakses melalui petunjuk pelaksanaan resmi yang telah disiapkan oleh Dinas Pendidikan.













